Apa Itu

Apa itu Romusha

Kata romusha acapkali dijumpai dalam mata pelajaran sejarah. Simak pengertian terkait apa itu romusha berikut ini.

Penulis: Kiki Novilia | Editor: Kiki Novilia
Kolase Kompas.com / Australian War Memorial / Koleksi Tropen Museum
Ilustrasi. Apa itu romusha. 

Tokoh nasionalis, belum menyadari akan tujuan pendudukan Jepang saat itu.

Awalnya, mereka yang dipekerjakan hanya berperan sebagai tenaga sukarela.

Namun, dalam buku Ilmu Pengetahuan Sosial 3, dijelaskan bahwa Jepang menjadikan mereka pekerja tambahan paksa.

Pihak penjajah Jepang saat itu mengambil penduduk dari sejumlah desa.

Seseorang yang tingkat pendidikan rendah serta tidak bersekolah menjadi santapan utama untuk dihasut.

3. Dampak yang ditimbulkan

Di tahun yang sama ketika Jepang datang dan mulai mengatur Indonesia, ekonomi mengalami kelumpuhan.

Dalam Sejarah Nasional Indonesia VI “Jaman Jepang dan Jaman Republik Indonesia 1942-1970” (1993), Marwati dan Nugraha Susanto menerangkan, setelah ekonomi menurun, diubah sistemnya menganut ekonomi perang.

Kebutuhan sumber daya untuk menyokong pertempuran melawan sekutu membawa Jepang mengeluarkan berbagai penerapan yang menyiksa para Romusha.

Mulai dari anak kecil, hingga orang dewasa, diberikan tugas secara paksa untuk mengurus lahan kosong agar pangan bisa berlipat ganda.

Bukan hanya ekonomi, bahkan pada awal 1943, militer Dai Nippon yang terpojok oleh kubu musuhnya malah mengajak para petani untuk ikut serta di medan pertempuran sebagai prajurit cadangan.

Dalam Kuasa Jepang di Jawa: Perubahan Sosial di Pedesaan Jawa 1941-1945 (2015), Kurasawa menjelaskan, Jepang yang tidak memiliki transportasi untuk bisa menjangkau berbagai daerah di pulau Jawa, menarik penduduk Indonesia untuk membangun rel kereta.

Salah satu hasil kerja Romusha adalah jalur Saketi menuju Bayah yang digunakan ketika mengangkut barang.

Selama masa pembuatannya, rel yang dijuluki “Death Railway” ini telah menelan banyak korban jiwa karena musti bekerja tanpa henti.

Lalu, ada lagi Romusha seks (Iugun Yanfu) yang diambil dari para wanita Indonesia dan beberapa negara asia lainnya.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved