Breaking News:

Pesawaran

Kepala BI Lampung dan Hibitren Panen Perdana Melon Inthanon di Green House Ponpes Minhadlul Ulum

Kepala kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Lampung Budiharto Setyawan bersama Ketua Hebitren Hasan el-Rezza melakukan panen perdana melon inthanon.

tribunlampung.co.id / Robertus Didik
Kepala kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Lampung Budiharto Setyawan bersama Ketua Hebitren Hasan el-Rezza melakukan panen perdana melon inthanon di Green House Minhadlul Ulum. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PESAWARAN – Kepala kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Lampung Budiharto Setyawan bersama Ketua Hebitren Hasan el-Rezza melakukan panen perdana melon inthanon di Green House Minhadlul Ulum.

Panen melon perdana itu, sebagai bukti pengabdian BI yang berkewajiban melakukan pembinaan terhadap masyarakat.

Melalui Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) BI Pusat, satu diantaranya bentuk kegiatan unggulannya yakni pembinaan ekonomi di pondok pesantren.

Bentuk programnya, memberikan bantuan seperti program pertanian berbasis digital Green House.

Satu ponpes yang menerima program tersebut yaitu Ponpes Minhadlul Ulum di Desa Trimulyo Kecamatan Tegineneng.

Baca juga: Grand Elty Krakatoa dan Lions CLub Jalankan Program CSR Tanam Mangrove dan Sunatan Massal

"Sebagai wujud syukur atas keberhasilan panen perdana melon inthanon di Green House Ponpes Minhadlul Ulum. Kepala BI perwakilan Lampung pun menghadiri sekaligus melakukan simbolis panen perdana pada Jumat, 18 Juni 2021 kemarin," ujar Pengasuh Pesanten Minhadlul Ulum Amin Udin el-Hady, Minggu (20/6/2021).

Amin pun secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Kepala BI perwakilan Lampung yang telah berkenan hadir dan memberikan suport atas keberhasilan panen perdana ini. 

"Ini bukti bahwa lulusan pesantren siap menjadi profesi apa saja, di mana saja, karena santri MU punya spirit. Dimanapun kami tinggal, mereka harus survive dan eksist,” lanjut Amin.

Kepala BI Budiharto Setyawan pun mengapresiasi keberhasilan panen perdana pada masa tanam yang pertama ini.

Menurutnya, hal itu membuktikan bahwa santri tidak hanya bisa fikih dan lainnya. Tetapi juga bisa ngaji sugih.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved