Apa Itu
Apa Itu Konsumerisme
Istilah konsumerisme merupakan kata serapan dari bahasa Inggris “consumerism”. Lantas, sebenarnya apa itu konsumerisme?
Penulis: Kiki Novilia | Editor: Kiki Novilia
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Simak pengertian terkait apa itu konsumerisme berikut ini.
Istilah konsumerisme merupakan kata serapan dari bahasa Inggris “consumerism”.
Istilah tersebut menurut Oxford Advanced Learners’ Dictionary 7thEdition diartikan sebagai (kadang-kadang tidak disepakati) pembelian dan penggunaan barang dan jasa; keyakinan yang menganggap bahwa adalah baik bagi suatu masyarakat atau seorang individu untuk membeli dan menggunakan sejumlah besar barang dan jasa.
Lantas, sebenarnya apa itu konsumerisme?
Pengertian konsumerisme
Baca juga: Apa Itu Koda dalam Fabel, Struktur Teks Fabel
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Keempat, disebutkan bahwa konsumerisme adalah paham atau gaya hidup yang menganggap barang-barang (mewah) sebagai ukuran kebahagiaan, kesenangan, dan sebagainya.
Singkatnya, konsumerisme dianggap sebagai gaya hidup tidak hemat.

Sedangkan para pelakunya disebut sebagai orang yang konsumeris.
Sri Wening dalam bukunya Waspada Konsumerisme: Kiat-Kiat Menghambat Melalui Pendidikan Karakter (2010) menjelaskan, konsumerisme datang ke semua penjuru negara dan bangsa di dunia ini berbarengan atau menumpang budaya globalisasi.
Budaya globalisasi yang membawa roh Neoliberalisme ini telah membawa ”budaya global” yang memengaruhi perilaku konsumsi manusia menjadi globalisasi sikap hidup dan globalisasi budaya yang disebut konsumerisme.
Baca juga: Apa Itu Median dalam Matematika, Cara Hitung Median
Dapat dipastikan budaya global ini akan meminggirkan budaya-budaya lokal masyarakat (terutama) yang ada di belahan bumi selatan.
Hegemoni budaya global mendorong pendiskreditan budaya-budaya lokal sebagai budaya yang bersifat kedaerahan (ndeso), kuno, dan ketinggalan jaman.
Pendiskreditan ini dengan sendirinya diikuti oleh peminggiran budaya-budaya tersebut mengingat konsumerisme bukan hanya sekedar ”gaya hidup” dangkal, melainkan berakar pada suatu filsafat yang lebih dalam (individualisme) (Saksono, 2009: 41).
Masalah yang Ditimbulkan
Melansir dari tirto.id, Selasa, 22 Juni 2021, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Rhenald Kasali mengatakan, salah satu permasalahan akut yang terjadi pada masyarakat kelas menengah di Indonesia adalah budaya konsumerisme.