Apa Itu
Apa Itu Sistem Politik
Setiap negara di dunia menganut sistem politiknya masing-masing, sesuai kesepakatan yang dibuat. Lalu, sebenarnya apa itu sistem politik?
Penulis: Kiki Novilia | Editor: Kiki Novilia
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Berikut ini adalah penjelasan terkait apa itu sistem politik.
Setiap negara di dunia menganut sistem politiknya masing-masing, sesuai kesepakatan yang dibuat.
Sistem tersebut dibuat dalam rangka memudahkan interaksi antara pemerintah dan masyarakat dalam proses pembuatan dan kebijakan untuk mencapai tujuan bersama.
Lalu, sebenarnya apa itu sistem politik?
1. Pengertian
Baca juga: Apa Itu Resiliensi
Sistem politik menjadi satu di antara sistem yang ada di dalam masyarakat, seperti sistem sosial, ekonomi, budaya, dan hukum.
Melansir dari Kompas.com, Rabu, 23 Juni 2021, tokoh yang pertama kali membahas sistem politik adalah David Easton.
Ia adalah guru besar ilmu politik, yang menganalisis kehidupan dan tingkah laku politik dengan menggunakan sistem.
Para ahli kemudian turut memberikan pandangannya mengenai sistem politik.
Berikut ini pendapat para ahli:
Baca juga: Apa Itu NISN
- Gabriel Almond
Ia meyakini bahwa sistem politik adalah sistem interaksi yang terdapat pada semua masyarakat merdeka yang menjalankan fungsi-fungsi integrasi dan adaptasi (baik di dalam masyarakatnya sendiri maupun menghadapi masyarakat lain) melalui penerapan atau ancaman penerapan daya paksa yang bersifat sah. Robert Dahl
- Miriam Budiardjo
Sistem politik menurut Miriam Budiardjo pada dasarnya konsep sistem politik dipakai dalam keperluan analisis.
Sebab, sistem bersifat abstrak dan terdiri dari beberapa variabel yang juga diterapkan dalam situasi yang konkret, seperti negara atau kesatuan yang lebih besar dan terdiri dari berbagai negara.
Pada dasarnya sistem politik merupakan serangkaian struktur dan proses yang saling berkaitan yang menjalankan alokasi nilai-nilai kekuasaan secara sah (otoritatif).
Melalui studi politik maka dapat dipahami bagaimana keputusan-keputusan yang otoritatif atau sah dibuat dan dilaksanakan dalam suatu masyarakat.
Pada hakikatnya keputusan-keputusan yang otoritatif lahir dari sebuah proses politik dalam sebuah kekuasaan.
- Rusadi Kantaprawira
Menurut Rusadi Kantaprawira, sistem politik adalah mekanisme atau cara kerja seperangkat fungsi atau peranan dalam struktur politik dengan berhubungan satu sama lain dan menunjukkan suatu proses yang langgeng.
- Robert Dahl
Robert Dahl mengatakan bahwa sistem politik adalah suatu pola yang tetap dari hubungan manusia yang melibatkan makna yang luas dari kekuasaan, aturan-aturan dan kewenangan.
2. Macam-macam Sistem Politik
Terdapat beberpa macam sistem politik.
Berikut ini adalah rinciannya:
- Sistem Politik Totaliter
Sistem politik totaliter adalah sistem politik di mana pemerintah memegang kendali penuh terhadap masyarakat.
Pemerintah dalam sistem politik ini tidak menghendaki adanya oposisi sekaligus memaksakan konsesus terhadap warga negaranya.
Beberapa negara yang mengunakan sistem ini adalah Uni Soviet dan Jerman pada masa pemerintahan Adolf Hitler.
- Sistem Politik Demokrasi Liberal
Sistem politik demokrasi liberal adalah sistem politik yang menjunjung tinggi kebebasan Individu.
Tatanan pemerintahan yang menjamin hak-hak warga negara di atas kekuasaan pemerintah.
Secara konstitusional sistem politik demokrasi liberal ini memberikan keleluasaan warganya dalam memberikan kritik dan masukan kepada pemerintah.
Pada dasarnya, sistem ini sudah digunakan oleh negara maju dan beberapa negara dunia ketiga salah satunya Indonesia pasca reformasi.
- Sistem Politik Otokrasi atau Otokratik
Sistem Politik Otokrasi adalah suatu sistem pemerintahan yang kepemimpinanya dikuasai oleh satu orang.
Bagi sistem ini kegiatan politik masyarakat hanya akan mengangu peningkatan pembangunan dan pemberantasan kemiskinan.
Biasanya negara yang baru merdeka yang mengunakan sistem ini meskipun sudah ada sejak pemerintahan Republik Romawi.
Pasca perang dunia II banyak negara mendapatkan kemerdekaannya dan mengadopsi sistem ini sebagai sistem pemerintahan.
- Sistem Politik Oligarki
Sistem politik Oligarki adalah sistem pemerintahan yang dikendalikan oleh sekelompok elit kecil dari masyarakat.
Pengelompokan ini bisa berdasarkan status kekayaan, garis keturunan keluarga atau militer.
Negara yang megunakan sistem ini seperti China dan Vietnam.
- Sistem Politik Otoriter
Sistem politik otoriter adalah sistem pemerintahan yang kekuasaan sepenuhnya pada negara ataupun pribadi tertentu.
Kebebasan individu hilang dalam sistem politik ini sebab kekuasaan biasanya hanya dipengang oleh satu orang saja atau segelitir orang.
- Sistem Politik Diktator
Sistem politik diktator adalah sistem politik yang mana pemerintah berlaku secara otoriter dan cenderung sewenang-wenang terhadap rakyat.
Aspirasi dan kebebasan rakyat tidak ada dalam sistem politik ini sebab biasanya kekuasaan berawal dari proses gejolak politik, kekerasan ataupun kudeta.
- Sistem Politik Demokrasi
Sistem politik demokrasi adalah suatu sistem yang mana rakyat berkuasa penuh atas proses kepemimpinan.
Dalam sistem ini rakyat dapat turut andil dalam pelaksanaan pemerintahan.
Namun dalam sistem ini keadaan sosial, politik dan kekuasaan pemerintah dibatasi oleh hukum agar hak-hak individu warga negara terjaga.
3. Sistem Politik di Indonesia
Sama seperti negara-negara lainnya, Indonesia juga memiliki sistem politiknya sendiri.
Sahya Anggara dalam buku Sistem Politik Indonesia mengatakan, banyak faktor yang dapat memengaruhi sistem politik Indonesia, di antaranya faktor lingkungan, sosial budaya, dan kondisi ekonomi suatu negara.
Pengaruh tersebut membentuk perilaku politik dalam masyarakat dan negara, baik pemegang kekuasaan maupun yang dikuasai dan dikendalikan oleh kekuasaan yang ada.
Menurut Rusadi, sifat negara Indonesia mengandung unsur falsafah, gagasan, cita-cita, nilai-nilai, doktrin, atau wawasan yang melekat pada Indonesia.
Oleh karena itu, sistem politik Indonesia merupakan sistem khas atau politik yang bersifat keindonesiaan yang diwarnai oleh nilai-nilai luhur Pancasila, UUD 1945, nilai-nilai proklamasi, Bhineka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sistem politik di Indonesia dapat diinterpretasikan, baik sebagai seluruh proses sejarah dari saat berdirinya negara Indonesia sampai dewasa ini maupun hanya dalam periode tertentu dari proses perjalanan sejarah.
Dalam kenyataan sejarahnya, dapat dijumpai perbedaan esensial sistem politik di Indonesia dari periode yang satu ke periode yang lain, misalnya sistem politik demokrasi liberal, sistem politik demokrasi terpimpin, dan sistem politik demokrasi Pancasila, sedangkan falsafah negara tetap tidak berubah.
Apa penyebab adanya perbedaan, bahkan gejala bertolak belakang antara cita-cita dan implementasinya?
Jawabannya mengandung dua kemungkinan yang harus diselidiki lebih lanjut, yaitu:
1. falsafah tidak besar pengaruhnya terhadap sistem politik dan para politisi;
2. belum ditemukan standar dan model sistem politik Indonesia yang sesuai dan mendukung cita-cita negara.
Demikian penjelasan terkait apa itu sistem politik. ( Tribunlampung.co.id / Kiki Novilia )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/apa-itu-sistem-politik-2.jpg)