Apa Itu
Apa Itu Resiliensi
Simak pengertian terkait apa itu resiliensi, materi yang kerap dijumpai dalam ilmu psikologi.
Penulis: Kiki Novilia | Editor: Kiki Novilia
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Simak pengertian terkait apa itu resiliensi, materi yang kerap dijumpai dalam ilmu psikologi.
Melansir dari psychology.binus.ac.id, Selasa, 22 Juni 2021, istilah resiliensi pertama kali diperkenalkan pada 1950-an oleh Blok dengan nama ego-resiliency (ER).
Hal ini diartikan sebagai kemampuan umum yang melibatkan kemampuan penyesuaian diri yang tinggi dan luwes saat dihadapkan pada tekanan internal maupun eksternal.
Awalnya konsep itu diterapkan pada anak-anak dimana ia dikenal sebagai “invulnerability” atau “stress-resistance“.
ER dan resiliensi keduanya diperlakukan sebagai faktor protektif melawan kesulitan, keduanya berbeda dalam banyak hal (Farkas & Orosz, 2015).
Baca juga: Apa Itu NISN
1. Terminologi
Terminologi resiliensi dalam perjalanannya mengalami perluasan dalam hal pemaknaan.

Diawali dengan penelitian Garmezy (1991) tentang anak-anak yang mampu bertahan dalam situasi penuh tekanan, disebut sebagai descriptive labels yaitu menggambarkan anak-anak yang mampu berfungsi secara baik walaupun mereka hidup dalam lingkungan buruk dan penuh tekanan.
Menurut Ledesma (2014), beberapa penelitian tentang resiliensi menggunakan istilah yang berbeda tapi pada dasarnya menggambarkan mekanisme yang sama untuk adaptasi terhadap stres yaitu:
- Compensatory
Baca juga: Apa Itu Konsumerisme
Melihat resiliensi sebagai faktor yang menetralkan resiko, faktor resiko dan faktor pengganti yang secara independen berkontribusi pada outcome.
- Challenge
Menggunakan faktor resiko sebagai tantangan, contohnya individu yang resilien adalah mampu memecahkan masalah, kecenderungan untuk memahami pengalaman sebagai suatu yang positif bahkan ketika mereka menderita, kemampuan untuk positif pada orang lain, dan keyakinan untuk mempertahankan pandangan hidup yang positif.
- Protective factor
Menggunakan faktor resiko untuk beradaptasi contohnya individu yang resilien adalah yang optimis, memiliki empati, insight, intellectual competence, self-esteem, serta punya tujuan, tekad dan ketekunan.