Breaking News:

Metro

Pemkot Metro Maksimalkan Peran Kelurahan untuk Penanganan Covid-19

Pemerintah Kota Metro memaksimalkan peran kelurahan untuk penanganan Covid-19. Yakni pencegahan, penanganan, pembinaan, dan pendukung pelaksanaan.

Penulis: Indra Simanjuntak | Editor: Dedi Sutomo
Tribunlampung.co.id/Deni Saputra
Ilustrasi - petugas menunjukkan vaksin Covid-19. Pemerintah Kota Metro memaksimalkan peran kelurahan untuk penanganan Covid-19 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO – Pemerintah Kota Metro memaksimalkan peran kelurahan untuk penanganan Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Metro Erla Andrianti mengatakan, sesuai instruksi Wali Kota Nomor 10/INS/LL/01/2021 tentang PPKM berbasis mikro dan mengoptimalkan KTN dalam rangka pengendalian Covid-19 di tingkat kelurahan.

Tempat yang menjadi posko penanganan covid-19 memiliki empat fungsi. Yakni pencegahan, penanganan, pembinaan dan pendukung pelaksanaan penanganan di tingkat kelurahan.

"Nantinya peran serta RT dan RW menjadi sangat penting dalam pelaksanaan penanganan covid-19,” kata Erla, Jumat (25/6/2021).

"Karena pendataan akan dilakukan per tujuh hari terkait perkembangan yang terjadi di kelurahan masing-masing," lanjutnya.

Erlan menjelaskan, bila suatu RT selama tujuh hari tidak terjadi penambahan kasus, maka wilayah itu masuk dalam zona hijau.

Baca juga: Perkembangan Covid-19 di Lampung, Ruangan Isolasi Empat Rumah Sakit Rujukan Penuh

Pengendalian pada zona hijau dilakukan dengan surveilans aktif. Kemudian seluruh suspek dites dan dilakukan pemantauan kasus secara rutin dan berkala.

Sementara jika terjadi penambahan satu hingga dua kasus, maka akan dinyatakan zona kuning.

Kemudian jika terjadi tiga hingga lima kasus, wilayah tersebut masuk dalam zona orange.

"Nah, untuk zona orange, skenarionya pengendalian dengan menemukan kasus suspek dan pelacakan kontak erat," terang Erla.

Kemudian pasien diwajibkan untuk melakukan isolasi di ruang isolasi yang telah disediakan KTN.

Sementara jika suatu wilayah terjadi penambahan lebih dari lima kasus, akan ditetapkan sebagai zona merah. 

"Kalau zona merah jelas, dilarang kerumunan massa, lalu pembatasan keluar masuk wilayah RT hingga pukul 20.00 WIB, dan meniadakan kegiatan sosial yang berpotensi menimbulkan kerumunan massa,"tegas Erla. (Tribunlampung.co.id/Indra Simanjuntak)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved