Bandar Lampung
Perkembangan Covid-19 di Lampung, Ruangan Isolasi Empat Rumah Sakit Rujukan Penuh
Terus bertambahnya kasus baru Covid-19 di Lampung, menjadikan ruang isolasi di beberapa rumah sakit kini penuh.
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Dedi Sutomo
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Terus bertambahnya kasus baru Covid-19 di Lampung, menjadikan ruang isolasi di beberapa rumah sakit kini penuh.
Tercatat ada empat rumah sakit dari 36 rumah sakit rujukan di Lampung yang fasilitas ruang isolasinya penuh. Tidak lagi bisa menerima pasien Covid-19.
Empat rumah sakit yang ruang isolasinya kini penuh, yakni rumah sakit Imanuel. Jumlah 29 bed di ruang isolasi rumah sakit tersebut terisi penuh.
Lalu rumah sakit Advent yang memiliki 36 bed, juga terisi penuh. Kemudian rumah sakit Surya Asih yang memiliki 17 bed dan rumah sakit Wisma Rini yang memiliki 6 bed.
Sementara pada rumah sakit rujukan lainnya, sebagian besar terisi lebih dari 50 persen.
Kondisi ini cukup mengkhawatirkan, mengingat tambahan kasus baru Covid-19 di Lampung masih terus terjadi.
Baca juga: Metro Kembali Mencatat Penambahan 11 Kasus Positif Covid-19 Baru
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengatakan, penanganan Covid-19 kata kuncinya adalah koordinasi semua pihak.
Mulai dari TNI, Polri, Pemprov Lampung, kabupaten, dinas terkait juga harus satu pemikiran.
"Satu pikiran dalam mengendalikan tata kelola yang baik, sehingga Covid-19 ini tidak bisa berkembang, " kata Arinal usai mengikuti rapat paripurna di DPRD Lampung, Jumat (25/6/2021).
Menurut Arinal, Lampung memiliki 4 pintu masuk yang tidak bisa dilarang. Dimana masyarakat bisa masuk ke Lampung lewat jalur lintas barat melalui Bengkulu.
Kemudian lintas tengah dan timur dari Sumatera Selatan dan melalui pintu masuk pelabuhan Bakauheni dari pulau Jawa.
Karenanya, kata Arinal, terpenting bagaimana Lampung memiliki koordinasi yang baik. Dan itu berjalan baik, bahkan terbaik di Indonesia.
Saat menyampaikan jawaban terhadap pandangan fraksi di DPRD Lampung, Arinal mengatakan, bila minggu ketiga bulan Maret 2021 lalu terdapat 10 daerah di Lampung yang berada di zona orange, dan itu kecendrungannya tetap meningkat.
Baca juga: Plasma Konvalesen untuk Pasien Covid-19, Belum Ada Permintaan di Pringsewu
Terkait dengan anggaran penanganan Covid-19 pada tahun 2020, Arinal menjelaskan, alokasi anggaran yang disediakan sekitar Rp 199 miliar. Realisasinya mencapai Rp. 166 miliar atau 83,24 persen.
Dirinya mengatakan, Pemprov Lampung pun telah menerbitkan Perda Nomor 3 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/arinal-baru-ini.jpg)