Lawan Covid19

Kiat-kiat Isolasi Mandiri di Rumah Bagi Pasien Covid-19 Bergejala Ringan

Dokter dari RSDC Wisma Atlet menyampaikan kiat-kiat untuk pasien Covid-19 bergejala ringan, yang harus menjalani isolasi mandiri.

Tayang:
SHUTTERSTOCK via kompas.com
Ilustrasi. Dokter dari RSDC Wisma Atlet menyampaikan kiat-kiat untuk pasien Covid-19 bergejala ringan, yang harus menjalani isolasi mandiri. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Dokter dari Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet menyampaikan kiat-kiat untuk warga yang harus menjalani isolasi mandiri akibat terpapar Covid-19.

Saat ini, pemerintah mengambil kebijakan agar pasien Covid-19 tanpa gejala atau yang bergejala ringan agar menjalani isolasi mandiri.

Terkait isolasi mandiri tersebut, Dokter Spesialis Penyakit Dalam & Konsultan Penyakit Dalam RSDC) Wisma Atlet dr. Andi Khomeini Takdir, Sp.PD (K-Psi) menyatakan, masyarakat perlu mengetahui kiat-kiat isolasi mandiri yang benar agar kesehatannya cepat pulih.

Dia menjelaskan bahwa saat melakukan isolasi mandiri di rumah, pertama-tama pasien harus memakai masker.

Kedua, kamar harus terpisah dan pastikan jendela kamar isolasi mandiri pasien terbuka.

Dokter Andi juga menekankan bagi pasien yang menjalani isolasi mandiri harus menjaga makanan dengan gizi seimbang.

“Kalau di rumah sakit, ada dokter dan perawat yang mendukung."

"Saat di rumah, keluarga harus menjadi pendukung agar selera makan pasien tetap terjaga,” sarannya.

Sebisa mungkin, lanjut dr. Andi, bagi pasien yang isolasi mandiri agar tidak mendiagnosis diri sendiri, kalau memungkinkan harus terus berkonsultasi dengan dokter.

Apabila ada gejala yang sangat semakin dirasa berat, perlu untuk menghubungi dokter.

Di sisi lain, isolasi mandiri bisa mengurangi beban rumah sakit yang diprioritaskan untuk merawat pasien bergejala sedang dan berat yang perlu perawatan intensif.

Dokter Andi menyebutkan, saat ini tenaga kesehatan yang ada di RSDC Wisma Atlet, kelelahan akibat banyaknya pasien yang mesti ditangani.

“Perlu rencana mitigasi untuk menjaga masyarakat tidak jatuh sakit. Apabila masyarakat tidak sakit, maka kapasitas rumah sakit tidak akan penuh sehingga tenaga kesehatan kita tidak kelelahan merawat pasien,” terangnya dalam Dialog Produktif yang diselenggarakan KPCPEN dan disiarkan FMB9ID_IKP, Selasa (29/6/2021).

Menurut dr. Andi, masyarakat jangan terlalu fokus dalam menyalahkan adanya varian Covid-19.

“Kunci dari pencegahannya adalah masker. Masker dua lapis menurut penelitian Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dikatakan mampu meningkatkan proteksi dari 60-80% menjadi 90%,” anjurnya.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved