Tulangbawang Barat
Festival Tiyuh Tulangbawang Barat Digelar Secara Daring
Pemkab Tulangbawang Barat menggelar Festival Tiyuh yang berlangsung selama 22 hari ke depan.
Penulis: Endra Zulkarnain | Editor: Daniel Tri Hardanto
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TULANGBAWANG - Pemkab Tulangbawang Barat menggelar Festival Tiyuh yang berlangsung selama 22 hari ke depan.
Festival yang dihelat oleh Dinas Pariwisata setempat itu resmi dibuka Bupati Tubaba Umar Ahmad dan disiarkan secara daring melalui kanal Youtube Kominfo Tubaba, Sabtu (3/7/2021) malam.
Festival yang akan berlangsung sampai 25 Juli 2021 ini menyuguhkan seni dan budaya dari masing-masing tiyuh.
Seperti pementasan seni pertunjukan, pameran kuliner, pameran seni kriya, pameran pengetahuan tradisional, pameran kain tradisional, pameran fotografi tiyuh, fashion show kain nusantara, dan screening film tiyuh.
Baca juga: Gantikan Kompol Tri Hendro Prasetyo, Kompol Zulkarnain Jabat Wakapolres Tulangbawang Barat
Bupati Umar Ahmad berharap, festival tiyuh-tiyuh ini bisa menjadi salah satu jalan untuk membangkitkan nilai-nilai kebudayaan yang ada di Tubaba.
"Nilai yang dimiliki para leluhur dan memiliki relevansinya bagi kehidupan di masa ini," kata Umar Ahmad.
Tubaba memiliki lebih dari 100 tiyuh, dimana ada 11 tiyuh tua berdiri sejak ribuan tahun silam.
Tiyuh-tiyuh tua itu yakni Karta, Gunung Katun Tanjungan, Gunung Katun Malay, Gedung Ratu, Panaragan, Bandar Dewa, Menggala Mas, Penumangan, Pagar Dewa, Gunung Terang, dan Gunung Agung.
Adapun sisanya adalah tiyuh-tiyuh yang didirikan setelah transmigrasi.
Baca juga: Hadiri Pembangunan Gereja, Umar Ahmad: Semoga Ini Menjadi Nilai Kebaikan di Tulangbawang Barat
"Banyak sekali produk kebudayaan yang ada di tiyuh yang semestinya tetap ada dan memiliki relevansi di masa-masa sekarang ini, dan kita bangkitkan dalam festival ini,” kata Umar Ahmad.
Menurut Umar, meski dalam festival kali ini belum menyentuh hal-hal yang mendasar tentang kebudayaan, pangan, lingkungan dan sebagainya, tetapi hal-hal baru yang menarik dari setiap tiyuh sudah muncul di dalam festival ini.
Umar mengatakan, semua warga tiyuh mesti bersemangat untuk mengingat-ingat pengetahuan yang dimiliki oleh para leluhur.
Umar berharap, festival tiyuh ini menjadi event yang terus menerus ada di Tubaba, dan menjadi salah satu ikon festival yang bisa menjadi wadah bagi seluruh warga Tubaba.
Mempertimbangkan situasi pandemi saat ini, dengan semakin meningkatnya kasus penderita Covid-19 di seluruh Indonesia, Festival Tiyuh digelar secara daring.
Panitia festival tiyuh-tiyuh yang semula akan menggelar secara langsung yang dipusatkan di kawasan Uluan Nughik, Panaragan, kini disesuaikan ke dalam platform digital atau daring.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/festival-tiyuh-tubaba-4.jpg)