Breaking News:

Lampung Selatan

PPKM Darurat di Jawa dan Bali, Arus Penyeberangan Ferry Mengalami Penurunan

Produksi angkutan penyebarangan mengalami penurunan selama masa PPKM Darurat yang dilakukan di Jawa dan Bali.

Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: Dedi Sutomo
Dokumen ASDP
Petugas melakukan pengecekan kelengkapan syarat untuk menyebeang di pelabuhan Bakauheni 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN – Produksi angkutan penyebarangan mengalami penurunan selama masa PPKM Darurat yang dilakukan di Jawa dan Bali.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan layanan logistik tetap berjalan lancar dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Perjalanan dengan kapal ferry dalam wilayah aglomerasi perkotaan hanya berlaku untuk sektor esensial dan kritikal.

Pengguna jasa wajib lampirkan Surat Tanda Registrasi Pekerja atau Suket yang dikeluarkan Pemerintah Daerah (Pemda) setempat atau surat tugas yang ditandatangani pimpinan perusahaan minimal eselon 2 dan berstempel atau cap basah atau tanda tangan elektronik.

Membawa kartu vaksin minimal dosis pertama juga membawa hasil swab atau PCR 2 x 24 jam atau antigen 1 x 24 jam yang menunjukkan non-reaktif serta mengisi e-HAC Indonesia.

Baca juga: ASDP Patuhi dan Dukung Kebijakan PPKM Darurat di Jawa dan Bali

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin mengatakan, selama masa PPKM Darurat, PT ASDP Indonesia Ferry tetap menlayani penyeberangan kepada pengguna jasa khususnya angkutan logistik, penumpang dan kendaraan.

"Kami juga akan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, baik di pelabuhan maupaun di dalam kapal.”

“Namun demikian, ASDP tetap mengimbau agar masyarakat dapat menunda perjalanan selama PPKM darurat ini, jika tidak ada kebutuhan yang mendesak," kata Selvy, Sabtu (10/7/2021).

Selvi mengatakan, pengguna jasa wajib mematuhi persyaratan perjalanan SE Menteri Perhubungan No 49 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas SE Menteri Perhubungan No 43 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Darat pada Masa Pandemi Covid-19.

"Dalam SE Menteri Perhubungan No. 49/2021 yang baru terdapat penambahan aturan syarat perjalanan dengan kapal ferry dalam wilayah aglomerasi perkotaan.”

“Kerjasama pengguna jasa dalam mematuhi aturan syarat perjalanan ini sangat penting. Perjalanan angkutan penyeberangan hanya berlaku untuk sektor esensial dan kritikal," ujar Selvy. ( Tribunlampung.co.id / Dominius D Barus )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved