Breaking News:

Lampung Tengah

Warga Srikaton Lamteng Jadi Penadah Mesin Bajak Sawah Hasil Curian

Membeli barang hasil curian, seorang warga Kampung Srikaton diamankan Team Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polsek Seputih Raman.

Penulis: syamsiralam | Editor: soni
dokumentasi
Pelaku Nano dan barang bukti mesin bajak sawah diamankan Polsek Seputih Raman. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNGTENGAH - Membeli barang hasil curian, seorang warga Kampung Srikaton diamankan Team Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polsek Seputih Raman.

Pelaku Nano (33) kedapatan menguasai mesin bajak merek Kubota RD 85 milik korban SE warga Kampung Rukti Endah, yang dicuri Sabtu 26 Juni lalu.

"Pelaku (Nano) kami amankan Rabu lalu (7 Juli) di rumahnya di Kampung Srikaton. Kami amankan barang bukti satu unit mesin bajak merek Kubota RD 85 warna merah," kata Kapolsek Seputih Raman Iptu Chandra Dinata mewakili Kapolres AKBP Wawan Setiawan, Senin (12/7).

Chandra menerangkan, mesin tersebut diduga kuat milik korban SL yang hilang dicuri, 26 Juni lalu di rumahnya. 

"Pengakuan tersangka, mesin tersebut ia beli dari seseorang pada awal Juli lalu, dan akan ia gunakan untuk membajak sawah," terangnya.

Baca juga: Tersangka Pencurian di Lamteng Rusak Kontak Ekskavator dengan Obeng dan Pisau

Penangkapan Nano lanjut Kapolsek, setelah pihaknya mendapatkan laporan kehilangan dari korban SE 26 Juni lalu. 

"Kami mendapat informasi jika ada seseorang yang membeli mesin bajak sawah di Kampung Srikaton. Setelah itu kami selidiki dan benar saja laporan tersebut," terangnya.

Menurut korban SE, mesin Kubota RD 85 warna merah miliknya hilang setelah ia pulang dari sawah. Mesin saat itu biasanya ia taruh di depan rumah.

"Saya baru pulang dari sawah saat kejadian, setiap hari memang ditaruh di depan rumah. Begitu pagi saya bangun tidur, saya lihat mesin sudah tidak ada lagi," kata korban.

Korban menceritakan, mesin bajak miliknya memiliki ciri-ciri yaitu tutup minyak terdapat kawat, selang minyak terbuat dari selang semprot warna kuning, jepitan engkol patah, baut-baut tangki di ring dengan karet ban, jaring kipas radiator patah.

Atas peristiwa pencurian itu, korban mengaku mengalami kerugian Rp 7 juta.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku Nano dijerat dengan Pasal 480 KUHPidana dan atau 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.(Tribunlampung.co.id / Syamsir Alam)

 
 

--

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved