Breaking News:

Metro

Walikota Metro Lampung Wahdi Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni

Wali Kota Metro melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah tidak layak huni di Jalan Kebun Cengkeh, Kelurahan Hadimulyo Barat

Penulis: Indra Simanjuntak | Editor: Dedi Sutomo
Tribulampung.co.id / Indra Simanjuntak
Walikota Metro Wahdi melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah tidak layak huni di Jalan Kebun Cengkeh, Kelurahan Hadimulyo Barat, Kamis (15/07/2021). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID,  METRO - Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Metro melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah tidak layak huni di Jalan Kebun Cengkeh, Kelurahan Hadimulyo Barat, Kamis (15/07/2021).

Wali Kota Wahdi mengatakan, bantuan sebagai upaya pencegahan dan penanganan perumahan dan permukiman kumuh perkotaan, serta untuk memberikan rumah yang layak huni bagi masyarakat.

"Tahun 2021 Kota Metro mendapatkan alokasi DAK sebanyak 60 unit rumah yang dibagi 4 kelurahan dan 2 kecamatan.”

“Yaitu Kecamatan Metro Pusat di Hadimulyo Timur, Hadimulyo Barat dan Metro, kemudian di Metro Barat di Ganjar Asri," kata Wahdi.

Wahdi berharap, bantuan dapat mengurangi jumlah rumah tidak layak huni yang ada di Kota Metro.

Baca juga: Instagram Alvin Korban Lakalantas di Way Halim Bandar Lampung Banjir Ucapan Duka Cita dan Doa

Tujuan dari program Peningkatan Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) ini untuk meningkatkan taraf hidup para penerima dapat tercapai.

Sementara,  penerima bantuan rumah Safwan mengucapkan terima kasih atas bantuan pembangunan rumah.

"Terima kasih kepada Lurah Hadimulyo Barat yang telah mengusulkan rumah saya untuk dilakukan pembangunan ulang," ujarnya.

Adapun calon penerima bantuan harus memiliki kriteria. Di antaranya WNI yang telah menikah dan memiliki KTP dan KK, memiliki tanah yang dibutuhkan dengan sertifikat tanah atas nama sendiri, belum pernah mendapatkan bantuan atau program sejenis dari pemerintah.

Kemudian berpenghasilan di bawah atau setara dengan upah minimum kabupaten/kota dan memiliki gakin atau surat tidak mampu dari lurah setempat, dan bersedia untuk berswadaya dan gotong royong. Besaran dana bantuan sebanyak Rp 20 juta. ( Tribunlampung.co.id  / Indra Simanjuntak )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved