Breaking News:

Lampung Selatan

Kepala BPBD Lampung Selatan M Darmawan Benarkan Ada Staffnya Diamankan Polisi Terkait Pungli

Kepala BPBD M Darmawan Lampung Selata M Darmawan membenarkan anak buahnya diamankan polisi karena kasus pungli di pelabuhan Bakauheni.

Tribunlampung.co.id / Dominius D Barus
Polres Lamsel amankan pelaku pungli di Pelabuhan Bakauheni, seorang pelaku oknum pegawai di BPBD Lamsel. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID,  LAMPUNG SELATAN – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) M Darmawan membernarkan informasi jika ada anak buahnya yang diamankan polisi karena terlibat pungutan liar (pungli) di Pelabuhan Bakauheni.

Dalam video yang viral di media sosial Instagram, terlihat seorang pria melakukan tindakan pungli dengan meminta sejumlah uang kepada penumpang yang tidak memiliki surat rapid tes antigen saat hendak menyeberang ke pulau Jawa di Pelabuhan Bakauheni.

Darmawan mengatakan, pelaku berinisial A yang diciduk Polres Lampung Selatan bekerja di bagian staf pada Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Lampung Selatan.

"Memang benar oknum berinisila A itu pegawai di BPBD. Dia ditugaskan untuk membantu kegiatan penyekatan selama masa PPKM Darurat di Pelabuhan Bakauheni," kata Darmawan, Jumat (16/7/2021).

"Ini sungguh mencoreng nama baik BPBD, saya berharap tidak ada lagi kasus seperti ini. Sekarang pelaku sudah diamankan di Polres Lampung Selatan.”

Baca juga: Gubernur Lampung Arinal Djunaidi: Kemenhub RI Pinjamkan KMP Lawit untuk Tempat Isolasi

“Semua proses hukum saya serahkan kepada pihak kepolisian sesuai aturan yang berlaku," ujarnya menambahkan.

Darmawan menegaskan, pihaknya mendukung pemerintah untuk memberantas aksi premanisme dan pungli di pelabuhan.

Pelaku A ditangkap bersama barang bukti, yakni satu lembar Surat Tugas yang dikeluarkan oleh Kantor BPBD Lampung Selatan.

Polisi juga mengamankan uang tunai pecahan seratus ribu rupiah, senilai Rp 400 ribu, dan satu lembar uang pecahan sepuluh ribu rupiah, satu lembar foto copy.

Sebelumnya, Kapolres Lampung Selatan AKBP Edwin mengatakan, pelaku terancam dijerat pasal 368 KUHP atau pasal 14 ayat (1) UU RI Nomor 4 tahun 1984 tentang wabah penyakit menular dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.( Tribunlampung.co.id /  Dominius Desmantri Barus )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved