Berita Bola Liga 1
Profil Tim Barito Putera di Liga 1 2021 dan Pelatih yang Pernah di Barito
Simak, profil tim Barito Putera di Liga 1 2021, dan daftar pelatih pernah di Barito Putera, jelang bergulirnya jadwal Liga 1 2021.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Berikut ini profil tim Barito Putera di Liga 1 2021, dan daftar pelatih pernah di Barito Putera, jelang bergulirnya jadwal Liga 1 2021.
Dilansir situs resmi klub, PS Barito Putera adalah klub sepak bola Indonesia berbasis di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
PS Barito Putera sendiri merupakan singkatan dari Persatuan Sepak Bola Barito Putera.
Sejak musim 2013, Barito Putera merupakan satu diantara sejumlah klub sepak bola indonesia lainnya yang bersaing di Liga 1.
Klub sekota Barito Putera adalah Peseban Banjarmasin yang berlaga di Liga 3 dan klub kota tetangga Martapura FC yang berlaga di Liga 2.
Barito Putera sendiri didirikan pada tahun 1988 silam, dengan harapan memajukan sepak bola Kalimantan Selatan.
Baca juga: Profil PSIS Semarang di Liga 1 2021 dan Daftar Skuad Pemain PSIS
Dilansir Wikipedia, Barito Putera lahir dari inisiatif H Abdussamad Sulaiman HB, yang saat itu sedang mempertaruhkan nyawa di RS Pondok Indah Jakarta karena dihadapkan pada operasi besar.
Karena ingin berbicara banyak di Kompetisi Galatama Barito Putera mendatangkan pemain-pemain Nasional seperti Agus Salim, Muchtar, dan Abunawas dari Ujung Pandang.
Pada Kompetisi Galatama 1988, Barito hanya dapat bertengger di urutan 18. Barito kalah bersaing dengan tim - tim besar yang sudah matang sebelumnya.
Antara 1999 dan 2002, Rudy William Keltjes dan Tumpak Sihite melatih Barito. Di periode ini prestasi Barito seakan jalan ditempat dan menjadi tim medioker Liga Indonesia.
Meskipun dilatih oleh Frans Sinatra Huwae, karena masalah keuangan, Barito Putera diturunkan ke Divisi I Liga Indonesia pada tahun 2003.
Krisis mereka berlanjut dan mereka terdegradasi ke Divisi II Liga Indonesia pada tahun 2004, meskipun telah mengganti pelatih mereka ke Gusti Gazali.
Ada rumor bahwa klub itu bangkrut, namun kemudian ditepis oleh manajer Hasnuriyadi.
Baca juga: PROFIL Tim PS Sleman di Liga 1 2021 dan Daftar Skuad Pemain PSS
Zainal Hadi HAS kemudian diangkat sebagai manajer dan ia menunjuk Salahudin sebagai pelatih.
Akhirnya pada tahun 2008, mereka memenangkan Divisi II Liga Indonesia, dan promosi ke Liga Indonesia Divisi I.
Pada tahun 2010, Barito finish di posisi delapan dan dipromosikan ke Divisi Utama Liga Indonesia dengan pemain seperti Sugeng Wahyudi, Husin Mugni, Dwi Permana, Zulkan Arief, Adre Djoko dan sartibi Darwis.
Pada musim Divisi Utama 2010-2011 Barito mencoba untuk keluar dari keterpurukan.
Meskipun hanya bermaterikan pemain-pemain muda, Barito mampu bersaing dengan para kompetitor lainnya dan menjadi tim yang layak diperhitungkan.
Di musim ini Barito mampu finish di urutan ke 6 setelah di pertandingan terakhir dikalahkan PS Sleman 0-1 dan tidak mendapatkan kesempatan untuk promosi ke Liga Super.
Barito naik peringkat ke 5 setelah PSSI menghukum Persebaya Surabaya karena ketahuan memakai pemain yang tidak sah.
Salahudin berhasil membawa Barito Putera ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia dan berhasil menjadi Raja di Divisi Utama 2011-12 setelah mengalahkan Persita Tangerang 2 - 1 di Stadion Manahan, Solo.
Saat tiba di Banjarmasin, skuat Barito Putera disambut bak pahlawan dan mengarak trofi juara keliling Banjarmasin dengan diringi ribuan pecinta setianya mencapai kurang lebih 3km.
Coach Salahudin berhasil membawa Barito Putera ke papan atas Liga Super Indonesia dengan menduduki peringkat ke 6 Klasemen akhir Liga Super Indonesia 2013 dan menjadi klub promosi terbaik Liga Super 2013.
Adapun Markas bagi PS Barito Putera saat ini berlokasi di Stadion 17 Mei Banjarmasin.
Stadion 17 Mei adalah stadion yang menjadi kandang dari Barito Putera semenjak berdiri pada tahun 1988.
Stadion ini dibangun oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan pada tahun 1974. Renovasi dilakukan pada tahun 2007, 2010 dan 2013.
Pada musim 2013, PS Barito Putera berkandang di Stadion Demang Lehman, karena proses renovasi yang dilakukan di Stadion 17 Mei, sampai digunakan kembali pada tahun 2015.
Di awal musim Liga 1 2019, Stadion 17 Mei kembali direnovasi dan Barito kembali berkandang di Stadion Demang Lehman
Adapun Logo Barito Putera berbentuk sederhana dan khas klub Galatama.
Pola dalam logo membentuk tulisan BP yang merupakan singkatan dari Barito Putera dan angka 88 merupakan tahun berdirinya klub.
Sedangkan julukan bagi skuad Barito Putera adalah "Laskae Antasari", yang diambil dari nama pahlawan Pangeran Antasari.
Berikut daftar pelatih pernah di Barito Putera.
1988–1989 Andi Lala
1989–1990 Sukma Sejati
1990–1992 Maryoto
1992–1993 Andi Teguh
1993–1994 Gusnul Yakin
1994–1996 Daniel Roekito
1996–1997 Aleksandar Sasho
1997–1999 Maryoto
1999–2000 Rudy William Keltjes
2000–2001 Daniel Roekito
2001 Mundari Karya
2002 Tumpak Uli Sihite
2003–2004 Frans Sinatra Huwae
2004–2005 Gusti Gazali
2006 Lulut Kistono
2007–2015 Salahudin
2016 Mundari Karya
2017–2019 Jacksen F. Tiago (Brazil)
2019 Yunan Helmi
2019– Djadjang Nurdjaman
Demikian ulasan singkat mengenai profil tim Barito Putera di Liga 1 2021, serta daftar pelatih pernah di Barito jelang bergulirnya jadwal Liga 1 2021. ( Tribunlampung.co.id / Hurri Agusto )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/profil-tim-ps-barito-putera-di-liga-1-2021-dan-daftar-pelatih-pernah-di-barito-putera.jpg)