Berita Bola Liga 1

Profil Tim Persebaya 'Bajul Ijo' di Liga 1 2021

Profil tim Persebaya Bajul Ijo di Liga 1 2021, pemain anyar asal Brasil asal Jose Wilkson Teixeira Rocha siap perbuat Persebaya.

Editor: taryono
Instagram Jose Wilkson Teixeira Rocha via Surya.co.id
Ilustrasi. Profil tim Persebaya Bajul Ijo di Liga 1 2021, pemain anyar asal Brasil asal Jose Wilkson Teixeira Rocha siap perbuat Persebaya. 

Setelah persoalan dualisme Persebaya selesai, status keanggotaan Persebaya dipulihkan kembali ketika kongres tahunan PSSI pada tanggal 8 Januari 2017 di Bandung.

Persebaya sendiri didirikan oleh M. Pamudji pada tanggal 18 Juni 1927 di Surabaya, Hindia Belanda dengan nama awalnya Soerabajasche Indonesische Voetbal Bond (SIVB).

Tujuan M. Pamudji mendirikan SIVB adalah untuk menampung para pemain-pemain sepak bola penduduk pribumi untuk menyaingi dominasi klub sepak bola Soerabajasche Voetbal Bond (SVB).

Pada tanggal 19 April 1930, M. Pamudji mewakili SIVB hadir dalam pertemuan antar pengurus klub-klub sepak bola seluruh Hindia Belanda yang bertempat di Societeit Hadiprojo Yogyakarta (sekarang Wisma Soeratin).

Perwakilan klub-kub yang hadir antara lain VIJ Jacatra (sekarang Persija, BIVB Bandung (sekarang Persib), MIVB (sekarang PPSM Magelang), MVB (sekarang PSM Madiun), VVB (sekarang Persis Solo) dan PSM (sekarang PSIM Yogyakarta).

Dalam profil tim Persebaya di Liga 1 2021, disebutkan, dalam pertemuan itu dideklarasikan pembentukan sebuah organisasi induk sepak bola yang diberi nama Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia disingkat PSSI.

Kemudian pada kongres PSSI di solo tahun 1950 diganti namanya menjadi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) hingga sekarang.

Di era Perserikatan, Persebaya merupakan salah satu tim raksasa di Indonesia selain PSMS Medan, PSM Makassar, Persib Bandung dan Persija Jakarta.

Persebaya berhasil menjadi juara Perserikatan pada musim 1951, 1952, 1978, 1987/88 dan lima kali menduduki peringkat kedua pada kompetisi musim 1965, 1971, 1973, 1987, dan 1990.

Pada tahun 1994, dua kompetisi sepak bola di Indonesia yaitu Perserikatan dan Galatama dilebur menjadi satu.

Kompetisi hasil gabungan Perserikatan dan Galatama ini diberi nama Divisi Utama Liga Indonesia dengan pembagian dua wilayah yakni barat dan timur.

Di musim pertama Divisi Utama pada tahun 1994, Persebaya yang tergabung didalam wilayah timur hanya mampu finish diurutan ke-9 klasemen.

Pada musim kompetisi 2002, Persebaya terdegradasi ke Divisi Satu setelah hanya mampu finish di urutan ke-11 klasemen wilayah timur.

Tetapi Persebaya hanya perlu waktu satu musim kompetisi untuk promosi dan kembali ke Divisi Utama setelah berhasil menjadi juara Divisi Satu musim 2003.

Setelah kembali ke kompetisi Divisi Utama, Persebaya berhasil menjadi juara setelah meraih poin tertinggi klasemen akhir pada kompetisi musim 2004 yang menggunakan sistem satu wilayah.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved