Berita Bola Liga 1

Profil Tim Persebaya 'Bajul Ijo' di Liga 1 2021

Profil tim Persebaya Bajul Ijo di Liga 1 2021, pemain anyar asal Brasil asal Jose Wilkson Teixeira Rocha siap perbuat Persebaya.

Editor: taryono
Instagram Jose Wilkson Teixeira Rocha via Surya.co.id
Ilustrasi. Profil tim Persebaya Bajul Ijo di Liga 1 2021, pemain anyar asal Brasil asal Jose Wilkson Teixeira Rocha siap perbuat Persebaya. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID -  Profil tim Persebaya di Liga 1 2021, pemain anyar asal Brasil siap perkuat Bajul Ijo.

Pemain anyar tersebut adalah Jose Wilkson Teixeira Rocha, pesepakbola yang baru akan memperkuat Persebaya mengarungi jadwal Liga 1 2021.

Dikutip dari berbagai sumber, Persebaya Surabaya kembali mendatangkan pemain asing anyar untuk mengarungi jadwal Liga 1 2021.

Pemain asing tersebut bernama Jose Wilkson Teixeira Rocha, yang merupakan pendatang baru di Liga Indonesia.

Penyerang asal Brasil tersebut diketahui telah resmi bergabung dengan Persebaya Surabaya.

Sebelumnya, Jose Wilkson memang belum pernah berkarir di Indonesia.

Baca juga: Profil PSIS Semarang di Liga 1 2021 dan Daftar Skuad Pemain PSIS

Sebelum mengikat kontrak dengan Persebaya, Jose Wilkson berkarir di Eropa yakni di Liga Malta bersama Senglea Athletic dan Hibernians FC.

Di Persebaya, Jose Wilkson menggantikan posisi David da Silva, dia akan menjadi goal getter tim Kota Pahlawan dalam semusim ke depan.

Berikut, profil tim Persebaya di Liga 1 2021

Persebaya Surabaya atau biasa disebut Persebaya saja adalah sebuah klub sepak bola di Indonesia yang berbasis di Surabaya yang berdiri pada 18 Juni 1927.

Saat awal berdiri, Persebaya memiliki nama Soerabajasche Indonesische Voetbal Bond (SIVB).

Persebaya pernah mengubah namanya menjadi Persebaya 1927 akibat dari konflik Dualisme Persebaya Surabaya yang terjadi pada tahun 2010 hingga 2017.

Baca juga: PROFIL Tim PS Sleman di Liga 1 2021 dan Daftar Skuad Pemain PSS

Dualisme klub tersebut akhirnya menyebabkan keanggotaan Persebaya di PSSI dibekukan.

Setelah persoalan dualisme Persebaya selesai, status keanggotaan Persebaya dipulihkan kembali ketika kongres tahunan PSSI pada tanggal 8 Januari 2017 di Bandung.

Persebaya sendiri didirikan oleh M. Pamudji pada tanggal 18 Juni 1927 di Surabaya, Hindia Belanda dengan nama awalnya Soerabajasche Indonesische Voetbal Bond (SIVB).

Tujuan M. Pamudji mendirikan SIVB adalah untuk menampung para pemain-pemain sepak bola penduduk pribumi untuk menyaingi dominasi klub sepak bola Soerabajasche Voetbal Bond (SVB).

Pada tanggal 19 April 1930, M. Pamudji mewakili SIVB hadir dalam pertemuan antar pengurus klub-klub sepak bola seluruh Hindia Belanda yang bertempat di Societeit Hadiprojo Yogyakarta (sekarang Wisma Soeratin).

Perwakilan klub-kub yang hadir antara lain VIJ Jacatra (sekarang Persija, BIVB Bandung (sekarang Persib), MIVB (sekarang PPSM Magelang), MVB (sekarang PSM Madiun), VVB (sekarang Persis Solo) dan PSM (sekarang PSIM Yogyakarta).

Dalam profil tim Persebaya di Liga 1 2021, disebutkan, dalam pertemuan itu dideklarasikan pembentukan sebuah organisasi induk sepak bola yang diberi nama Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia disingkat PSSI.

Kemudian pada kongres PSSI di solo tahun 1950 diganti namanya menjadi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) hingga sekarang.

Di era Perserikatan, Persebaya merupakan salah satu tim raksasa di Indonesia selain PSMS Medan, PSM Makassar, Persib Bandung dan Persija Jakarta.

Persebaya berhasil menjadi juara Perserikatan pada musim 1951, 1952, 1978, 1987/88 dan lima kali menduduki peringkat kedua pada kompetisi musim 1965, 1971, 1973, 1987, dan 1990.

Pada tahun 1994, dua kompetisi sepak bola di Indonesia yaitu Perserikatan dan Galatama dilebur menjadi satu.

Kompetisi hasil gabungan Perserikatan dan Galatama ini diberi nama Divisi Utama Liga Indonesia dengan pembagian dua wilayah yakni barat dan timur.

Di musim pertama Divisi Utama pada tahun 1994, Persebaya yang tergabung didalam wilayah timur hanya mampu finish diurutan ke-9 klasemen.

Pada musim kompetisi 2002, Persebaya terdegradasi ke Divisi Satu setelah hanya mampu finish di urutan ke-11 klasemen wilayah timur.

Tetapi Persebaya hanya perlu waktu satu musim kompetisi untuk promosi dan kembali ke Divisi Utama setelah berhasil menjadi juara Divisi Satu musim 2003.

Setelah kembali ke kompetisi Divisi Utama, Persebaya berhasil menjadi juara setelah meraih poin tertinggi klasemen akhir pada kompetisi musim 2004 yang menggunakan sistem satu wilayah.

Pada musim 2009/2010 merupakan awal mula dualisme yang terjadi di tubuh klub Persebaya Surabaya.

Persebaya Surabaya (PT Persebaya Indonesia) mengalami degradasi ke Divisi Utama akibat dipaksa melakukan pertandingan ulang sebanyak 3 kali melawan Persik Kediri.

Pada pertandingan ulang ketiga pihak Persebaya menolak melakukan pertandingan ulang, pihak manajemen tidak terima dan tidak mau ikut Divisi Utama kemudian mengikuti liga independen "Liga Primer Indonesia".

Persebaya Surabaya (PT Surabaya Indonesia) kemudian mengubah nana tim mereka menjadi Persebaya 1927 (PT Persebaya Indonesia).

Memanfaatkan slot Persebaya di Divisi Utama musim selanjutnya, sosok Wisnu Wardhana mengambil alih Persikubar Kutai Barat dan mendaftarkannya sebagai Persebaya untuk mengikuti Kompetisi Divisi Utama.

Walaupun menyandang nama resmi Persebaya, tim bentukan Wisnu Wardhana tersebut tidak terlalu mendapat tempat di hati Bonek (Suporter Persebaya).

Suporter Persebaya lebih setia untuk mendukung Persebaya "asli" yang terpaksa mengganti nama mereka menjadi Persebaya 1927 akibat dualisme kompetisi.

Persikubar Kutai Barat yang diambil Wisnu Wardhana lalu diubah nama menjadi Persebaya Surabaya (kini Bhayangkara Solo FC) untuk bisa mengikuti Liga Indonesia.

Klub tersebut kemudian berhasil promosi kembali ke Liga Super Indonesia pada musim 2014.

Pada musim 2015, sayangnya liga diberhentikan setelah tidak diakui oleh Pemerintah dan kemudian Indonesia di sanksi oleh FIFA.

Pada musim 2016 Surabaya United melakukan merger dengan PS Polri dan kemudian kembali mengubah namanya menjadi Bhayangkara Surabaya United.

Pada bulan Mei 2016 Polri resmi membeli 100% saham Bhayangkara Surabaya United.

Setelah itu, Polri menghapus nama belakang klub sehingga sekarang bernama Bhayangkara FC (sekarang Bhayangkara Solo FC karena pindah dari Jakarta ke Surakarta).

Kini Persebaya Surabaya dan Bhayangkara Solo FC berdiri masing-masing dalam memasiki liga 1 2021.

Demikian informasi profil tim Persebaya di Liga 1 2021, Bajul Ijo kedatangan pemain anyar asal Brasil. ( Tribunlampung.co.id / Hurri Agusto )

Baca berita Bola Liga 1 lainnya

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved