Breaking News:

Lampung Utara

Polres Lampung Utara Tahan Kades Way Melan Nonaktif atas Kasus Korupsi

Unit Tipidkor Satreskrim Polres Lampung Utara menahan RK (38), Kepala Desa Way Melan (nonaktif) dalam kasus korupsi dana desa (DD).

Penulis: anung bayuardi | Editor: Noval Andriansyah
Dokumentasi Polisi
RK (38), Kepala Desa Way Melan (nonaktif), saat diperiksa polisi. Unit Tipidkor Satreskrim Polres Lampung Utara menahan RK (38), Kepala Desa Way Melan (nonaktif) Kecamatan Kotabumi Selatan dalam kasus korupsi dana desa (DD) dan Alokasi Dana Desa tahun anggaran 2018. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG UTARA - Unit Tipidkor Satreskrim Polres Lampung Utara menahan RK (38), Kepala Desa Way Melan (nonaktif) Kecamatan Kotabumi Selatan dalam kasus korupsi dana desa (DD) dan Alokasi Dana Desa tahun anggaran 2018.

Kasat Reskrim AKP Gigih Andri Putranto, mewakili Kapolres Lampung Utara AKBP Bambang Yudho Martono, membenarkan penahanan terhadap Kades tersebut. 

"Pelaku ditahan setelah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka yg sebelumnya telah dilakukan gelar perkara penetapan tersangka, Selasa (13/7/2021) sekira pukul 15.00 WIB," kata Gigih Andri Putranto, Rabu 21 Juli 2021

Sementara itu, di tempat terpisah, Kanit Tipidkor Ipda Reza Prasetia, mengatakan tersangka melawan hukum dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain.

Kemudian, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.

"Dengan melakukan perbuatan yaitu menggunakan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa tahun anggaran 2018 tidak sesuai peruntukannya dan tidak dapat dipertanggungjawabkan," kata Reza Prasetia.

BACA JUGA: Pendaftar CPNS Lampung dan PPPK di Pemkab Lampung Utara Mencapai 2.300 Orang

"Berdasarkan hasil penghitungan kerugian keuangan negara oleh Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) Inspektorat Lampung Utara terdapat penyimpangan yang mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp. 174.890.203," ujar Reza Prasetia.

Lanjut Reza, untuk tersangka sudah diamankan di Polres Lampung Utara guna proses penyidikan lebih lanjut.

Reza Prasetia menyebut, dari pengakuan tersangka jika uang hasil penyimpangan itu dipergunakan untuk keperluan pribadi.

"Tersangka kami jerat dengan pasal 2 dan 3 UU No. 20 Tahun 2001 mengenai tindak pidana korupsi dengan ancaman minimal empat tahun dan paling lama 20 tahun," tandas Reza Prasetia. ( Tribunlampung.co.id / Anung Bayuardi )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved