Breaking News:

Bandar Lampung

Polda Lampung Bakal Tahan Penyebar Video Hoaks Metro Pasca Jadi Tersangka

Tersangka penyebar video hoaks Metro Guntoro (50) belum ditahan, Polda Lampung bakal tahan penyebar video hoaks Metro tersebut.

Penulis: joeviter muhammad | Editor: Hanif Mustafa
Tribunlampung.co.id / Joeviter
Jajaran Polda Lampung memastikan penyebar video hoaks langsung dilakukan penahanan. 

TRIBUN LAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Jajaran Polda Lampung bakal tahan penyebar video hoaks Metro pasca ditetapkan sebagai tersangka.

Diketahui penyebar video hoaks Metro Guntoro (50) warga Yosodadi, Metro Timur, Kota Metro belum ditahan oleh Subdit V Cybercrime Ditreskrimsus Polda Lampung.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad menyatakan, tersangka dijerat pasal 14 ayat 1 dan 2 Undang undang no 1 tahun 1946.

Pandra menjelaskan, sesuai dengan bunyi pasal tersebut, barang siapa dengan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat, dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya sepuluh tahun.

"Barang siapa menyiarkan suatu berita atau mengeluarkan pemberitahuan, yang dapat menerbitkan keonaran di kalangan rakyat, sedangkan ia patut dapat menyangka bahwa berita atau pemberitahuan itu adalah bohong, dihukum dengan penjara setinggi-tingginya tiga tahun," ujar Pandra, dalam konferensi pers di Mapolda Lampung, Jumat (23/7/2021).

Pandra menjelaskan, video kerusuhan pasar disebarkan tersangka pada Kamis (15/7/2021).

Sehari setelah video hoaks tersebut disebar, Guntoro yang diketahui merupakan seorang guru di salah satu SMK Swasta di kota Metro ini diamankan polisi.

"Bersama polres metro tersangka diamankan dikediamannya pada Jumat (16/7) malam," kata Pandra.

Baca juga: BREAKING NEWS Polda Lampung Tetapkan Oknum Guru Metro Jadi Tersangka Penyebar Video Hoaks

Menurut Pandra video yang disebar dengan ditambah lokasi Metro merupakan kejadian di Aceh.

Video itu diunggah ulang ke kanal YouTube pribadi Guntoro, dengan nama akun Guntoro21.

Selanjutnya, tersangka juga menyebarkan link video tersebut di akun Facebook nya. "Alasannya untuk menambah viewer dan jumlah pengikut akun sosmed nya," kata Pandra.

Adapun barang bukti yang diamankan, satu unit ponsel Android merek xiaomi dan satu sim card atas nomor tersangka.

Baca juga: Oknum Guru Metro Buat Video Hoaks dari Hasil Mengambil di Youtube

Sebelumnya, Ditkrimsus Polda Lampung Kombes Pol Arie Rachman Nafarin menghimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam menggunakan sosial media. 

Apa lagi sampai masyarakat menyebarkan berita hoaks di media sosial. "Karena dikhawatirkan bisa memicu orang lain berbuat hal serupa (kerusuhan)," kata Arie. ( Tribun Lampung.co.id / Muhammad Joviter )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved