Bandar Lampung
Warga Bandar Lampung Nekat Terobos Penyekatan PPKM agar Cepat Sampai Tujuan
Warga Bandar Lampung nekat terobos penyekatan PPKM, mereka berdalih ingin cepat sampai tujuan.
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Hanif Mustafa
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Alih-alih ingin cepat sampai tujuan, Warga Bandar Lampung nekat terobos penyekatan PPKM yang sudah berlangsung sejak 9 Juli.
Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang sudah dijalankan oleh Pemkot Bandar Lampung ini direncanakan akan berakhir 25 Juli mendatang.
Aparat kepolisian juga bergerak cepat untuk membatasi kegiatan masyarakat dengan membuat sekat dibeberapa titik.
Diantaranya di perempatan Jalan Diponorogo-Jalan Dr Susilo (perempatan lungsir Masjid Al Furqon), Tugu Juang, Jalan Wolter Monginsidi (depan Hotel Pop).
Tapi pada kenyataannya meskipun sudah disekat oleh kepolisian dengan pembatas jalan tetap saja banyak warga yang menerobos penyekatan tersebut.
Berdasarkan pantauan Tribun Lampung, Jumat (23/7/2021) bahwa dilokasi penyekatan banyak pengendara yang menerobos pembatas penyekatan tersebut.
Terutama pada saat tidak ada petugas yang berjaga, sudah ada tempat pembatas di dekat Masjid Al Furqon.
Bagi pengendara dari Jalan Pattimura tidak bisa langsung kearah tugu adipura yang melintas jalan Diponegoro.
Tetapi harus melintas ke Jalan Susilo, tetapi tetap saja ada pengendara motor dan mobil melintasi pembatas tersebut dengan melawan arus.
Baca juga: Video Ratusan Pemuda Diamankan saat Demo Tolak PPKM Darurat di Bandung
Kemudian penyekatan di depan hotel POP dan tugu juang masih banyak pengendara yang menerobos penyekatan tersebut.
Hoiriah (27) warga Kaliawi ini mengatakan kalau dirinya sengaja menerobos penyekatan di masjid Al Furqon karena ingin cepat sampai tujuan.
"Supaya cepat aja, terobos dikitlah gak apa-apa dan tidak ada petugas jadi saya berani menerobos. Meskipun harus melawan arah dan yang penting hati-hati saja," kata Hoiriah
Karena jika tidak, ia harus memutar melalui jalan Diponegoro dan menghabiskan waktu dan bensin.
Baca juga: PPKM Darurat, 157 Kendaraan Diputar Balik di Exit Tol Simpang Pematang
"Jadi tetap harus terobos saja, soalnya saya kerja di dearah Telukbetung Selatan. Ya memang gejar waktu untuk cepat sampai tujuan pulang kerumah," bebernya.
Sementara, Riko pengemudi ojek online juga mengaku tidak selalu menerobos penyekatan, kalau tidak ada petugas baru bisa menerobos.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/pengendara-mobil-menerobos-penyekatan.jpg)