Apa Itu
Apa Itu Bilangan dalam Pelajaran Matematika
Apa itu bilangan dan macam-macam bilangan. Simak pemaparan selengkapnya berikut ini.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Apa itu bilangan dan macam-macam bilangan pada mata pelajaran matematika.
Di dalam mata pelajaran matematika, istilah bilangan cukup sering terdengar, tak terkecuali saat duduk di bangku sekolah dasar.
Tapi sebenarnya apa itu bilangan? Simak pemaparan selengkapnya berikut ini.
Merujuk Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian bilangan ternyata terdiri dari banyak arti.
Setidaknya ada delapan makna bilangan yang berhasil diidentifikasi oleh KBBI.
Pertama, bilangan adalah banyaknya benda dan sebagainya atau bisa juga dikatakan menyebut jumlah.
Baca Juga: Apa Itu Turun Tangan dan Contoh Kalimatnya
Kedua, bilangan diartikan sebagai satu jumlah.
Ketiga, bilangan dalam matematika adalah satuan dalam sistem matematis yang abstrak dan dapat diunitkan, ditambah, atau dikalikan.
Keempat, pengertian bilangan merupakan golongan (lingkungan).
Arti kelima masuk ke dalam bahasa percakapan, yang berarti lingkungan daerah.
Selain itu, pengertian bilangan juga bisa dimaknai sebagai ramalan untung malang, baik buruk dan sebagainya.
Arti ketujuh menunjukkan bahwa bilangan adalah nasib dan sebagainya yang telah tertentu atau takdir.
Sementara arti terakhir menyebutkan bahwa bilangan adalah ide yang besifat abstrak yang buka simbol atau lambang yang memberikan keterangan mengenai banyaknya anggota himpunan.
Baca Juga: Apa Itu Makhluk Hidup, Berikut Pengertian dan Ciri-cirinya
Adapun macam-macam bilangan yang dilansir dari Kompas.com (21/7/2021).
1. Bilangan nol
Bilangan nol adalah bilangan yang berarti kosong atau tidak ada objek apapun.
Bilangan nol dilambangkan dengan angka 0 dan merupakan angka yang istimewa.
Sebab, semua bilangan yang dikalikan dengan nol, akan menghasilkan nol.
Dilansir dari Wolfram MathWorld, pembagi dan fungsi pembagi nol dianggap tidak terdefinisi.
Sehingga semua bilangan yang dibagi nol, nilainya tidak akan terdefinisi.
2. Bilangan bulat
Bilangan bulat adalah bilangan yang terdiri dari bilangan positif, bilangan negatif, dan bilangan nol.
Umumnya operasi matematika yang sering digunakan merupakan variasi dari bilangan bulat.
Setiap bilangan bulat, diketahui memiliki lawannya sendiri.
Misalnya bilangan 10 memiliki lawan -10, dan sebagainya.
Bilangan bulat bisa dibagi lagi menjadi dua, yaitu bilangan bulat genap dan bilangan bulat ganjil.
Bilangan bulat genap merupakan bilangan yang bisa dibagi dua.
Contoh bilangan bulat genap adalah -8, -6, -4, -2, 0, 2, 4, 6, dan 8.
Sementara bilangan bulat ganjil adalah bilangan yang tidak bisa dibagi dua, atau saat dibagi dua akan bersisa.
Contoh bilangan bulat ganjil adalah -7, -5, -3, -1, 1, 3, 5, dan 7.
3. Bilangan asli
Dilansir dari Cuemath, bilangan asli adalah bilangan bulat positif dari satu hingga tak terhingga.
Bilangan asli juga sering disebut dengan bilangan bulat positif.
Angka yang termasuk bilangan asli adalah 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20, dan seterusnya hingga tak terhingga.
4. Bilangan cacah
Bilangan cacah adalah gabungan bilangan nol dan bilangan asli.
Sehingga bilangan asli adalah bilangan bulat dari 0 ke bilangan bulat positif dari satu hingga tak terhingga.
Angka yang termasuk bilangan cacah adalah 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20, dan seterusnya hingga tak terhingga.
5. Bilangan prima
Sari Puspita dalam jurnal Metode Solovay-Strassen untuk Pengujiam Bilangan Prima (2015) menyebutkan bahwa bilangan prima merupakan bilangan bulat positif yang lebih besar dari satu dan hanya habis dibagi satu dan dirinya sendiri.
Misalnya angka 3, yang faktor pembaginya 1 dan 3 atau bilangan 5 yang faktor pembaginya 1 dan 3.
Sedangkan bilangan 4 bukan prima karena faktor pembaginya 1, 2, dan 4.
Contoh dari bilangan prima adalah 2, 3, 5, 7, 11, 13, 17, 19, 23, 29, 31, dan 37.
6. Bilangan pecahan
Dilansir dari Portal de Matematica, bilangan pecahan digambarkan oleh dua bilangan bulat yang dipisahkan oleh garis pecahan.
Angka di atas garis disebut dengan pembilang, sedangkan angka di bawah garis disebut sebagai penyebut.
Penyebut dalam pecahan biasanya bukan nol.
Karena jika nol, maka hasilnya akan menjadi tak terdefinisi. Contoh dari bilangan pecahan adalah ½, 1/3, 1/5, ¾, 4/7, 4/9, dan sebagainya.
7. Bilangan rasional
Dilansir dari BBC, bilangan rasional adalah bilangan yang dapat ditulis sebagai pecahan (bilangan bulat dibagi bilangan bulat lainnya).
Bilangan rasional dapat dituliskan dalam pecahan sederhana, dengan penyebutnya bukan sama dengan nol.
Contoh bilangan rasional adalah angka 0,5 yang dituliskan sebagai ½, angka 0,6 yang dituliskan sebagai 2/3, dan angka 1,25 yang dituliskan sebagai 5/4.
8. Bilangan irasional
Bilangan rasional adalah kebalikan dari bilangan rasional, yaitu bilangan yang tidak bisa ditulis sebagai pecahan.
Hal tersebut karena jika dituliskan dalam pecahan, hasilnya tidak akan berhenti atau berubah dari bilangan aslinya.
Misalkan bilangan “phi” memiliki nilai 3,1415926535897…. dan seterusnya sering dituliskan menjadi 22/7.
Padahal 22/7 memiliki nilai 3,142857142857… dan seterusnya yang mendekati nilai phi namun tidak akurat.
Sehingga phi disebut dengan bilangan irrasional.
Itulah penjelasan mengenai apa itu bilangan. ( Tribunlampung.co.id / Virginia Swastika )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/apa-itu-bilangan-dan-8-macam-bilangan.jpg)