Bandar Lampung
Kadiskes Reihana Akui Stok Obat Covid-19 di Lampung Kosong
Hotmen Sijabat, dokter penyakit dalam Rumah Sakit Bumi Waras, Bandar Lampung, menyebut kekurangan obat pencegahan Covid-19.
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Daniel Tri Hardanto
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Kadiskes Lampung Reihana menyebut stok obat-obatan Covid-19 masih kosong.
Hal tersebut disampaikan Reihana dalam rakor di Mahan Agung, Bandar Lampung, Senin (26/7/2021).
“Jadi memang saat ini stok obat-obatan Covid masih kosong. Secepatnya kami akan minta obat-obatan kepada Kemenkes," kata Reihana.
Dia juga meminta tidak ada yang menutupi kasus probable atau suspek Covid-19.
Baca juga: Viral Bocah Adzani Jenazah Ibu yang Meninggal Akibat Covid-19
"Jangan sampai terjadi ledakan kasus probable yang masih ditutupi," tandas Reihana yang juga Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Lampung ini.
Reihana menyebutkan, saat ini bed occupancy rate (BOR) atau penggunaan tempat tidur rumah sakit rujukan Covid-19 di Provinsi Lampung sudah menurun, yakni dari 84 persen menjadi 76,78 persen.
Hotmen Sijabat, dokter penyakit dalam Rumah Sakit Bumi Waras, Bandar Lampung, menyebut kekurangan obat pencegahan Covid-19, seperti antivirus dan antibiotik.
"Benar, kita ada kendala kekurangan obat-obatan sejak sekitar sebulan ini. Kita tidak ada obat-obatan," kata Hotmen.
Baca juga: Tiga Bupati di Provinsi Lampung Terpapar Covid-19
Arinal Minta Vaksin ke Jokowi
Lampung sedang kekurangan vaksin Covid-19.
Untuk itu, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi akan meminta langsung vaksin kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Hal itu dikatakan Arinal saat memimpin rakor di Mahan Agung, Senin (26/7/2021).
Rakor dihadiri Ketua DPRD Lampung Mingrum Gumay, Karo Ops Polda Lampung Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono, perwakilan Korem 043/Gatam, bupati/wali kota, GM Produksi PT Pusri Palembang Sholihin, dan sejumlah pengusaha.
"Kita butuh vaksin. Akan saya sampaikan kepada Presiden Joko Widodo kalau rakyat Lampung membutuhkan vaksin tersebut," kata Arinal.
Arinal menyebut, semestinya Lampung mendapatkan 14 juta dosis vaksin.
Namun, baru 1 juta vaksin yang terserap.
"Akan saya sampaikan secepatnya kepada Presiden Jokowi di Jakarta agar vaksin bagi rakyat Lampung ini bisa tersedia,” tutur Arinal.
Arinal juga menyoroti minimnya pasokan oksigen.
"Oksigen ini dibutuhkan bukan hanya untuk pasien Covid, tetapi sakit jantung juga," tandas Arinal.
( Tribunlampung.co.id / Bayu Saputra )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/stok-obat-covid-19-di-lampung-kosong.jpg)