Breaking News:

Lampung Barat

Call Center 112 Diskominfo Lampung Barat, Layanan Resmi yang Banyak Dapat Prank

Call Center 112 Kabupaten Lampung Barat menjadi nomor layanan resmi masyarakat untuk bantuan dan informasi covid-19 malah banyak mendapatkan prank.

Penulis: Nanda Yustizar Ramdani | Editor: Hanif Mustafa
Dok Diskominfo Lampung Barat
Kadis Kominfo Lampung Barat Padang Priyo Utomo di kantornya, Kamis (29/7/2021). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG BARAT - Call Center 112 Kabupaten Lampung Barat selama masa pandemi covid-19 menjadi nomor layanan resmi untuk masyarakat.

Namun mirisnya Call Center untuk bantuan dan informasi covid-19 malah banyak mendapatkan prank dari masyarakat.

Di samping informasi covid-19, Call Center 112 juga menangani laporan keadaan darurat lainya seperti kebakaran, huru-hara, dan bencana alam. 

Hal itu dikatakan langsung oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Lampung Barat, Padang Priyo Utomo di ruang kerjanya.

"Selain menangani laporan keadaan darurat seperti kebakaran, huru hara, dan bencana alam, di masa pandemi covid-19 Call Center 112 ini menjadi layanan resmi untuk masyarakat yang memerlukan bantuan dan informasi terkait covid-19," ungkap Padang PU, sapaan akrab Kadis Kominfo di Bumi Beguai Jejama Sai Betik itu, Kamis (29/7/2021).

Layanan Call Center 112 ini, lanjut Padang, sangat mudah diakses dan tidak memerlukan biaya sama sekali (gratis bebas tanpa pulsa). 

"Untuk menghubungi petugas Call Center 112, cukup hanya dengan menekan nomor layanan 112, nanti petugas yang berjaga selama 24 jam siap melayani," terangnya.

Padang PU mengungkapkan, selama masa pandemi covid-19 ini, operator Call Center menerima banyak laporan tentang keluhan covid-19.

Baca juga: Ketua DPRD Lampung Barat Pantau Vaksinasi Covid-19 di 5 Kecamatan

"Yang kemudian, tindak lanjutnya langsung dilaporan kepada Satgas Covid-19 yang terintegrasi dengan layanan Ambulan Hebat serta Puskesmas yang ada di seluruh Kabupaten Lampung Barat," kata dia.

Padang memaparkan, Call Center 112 setiap hari menerima sebanyak 50 panggilan dengan 10 persen panggilan berkaitan dengan pengaduan penanganan Covid-19, 20 persen mengenai pengaduan tentang kegawatdaruratan, dan 70 persennya berupa panggilan laporan palsu.

Padang menuturkan, kendala yang dihadapi oleh petugas operator 112 selama ini masih banyaknya masyarakat yang belum memaksimalkan layanan tersebut dengan baik dan sesuai dengan penggunaannya.

"Kendala yang dihadapi saat ini, masih banyak masyarakat yang menyalahgunakan panggilan 112 ini," keluh Padang.

Baca juga: TNI dan Warga di Balik Bukit Lampung Barat Gotong Royong Bersihkan Jalan

"Contohnya, banyak laporan palsu atau bisa dibilang prank," pungkasnya. ( Tribunlampung.co.id / Nanda Yustizar Ramdani )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved