Bandar Lampung
Umroh Dibuka Kembali, Asita Lampung Prediksi Biaya Perjalanan Tinggi dan Sepi Peminat
Asita Lampung prediksi biaya perjalanan tinggi dan sepi peminat. mengingat aturan baru terkait karantina selama 14 hari sebelum umrah.
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Kerajaan Arab Saudi merencanakan membuka perjalanan umroh bagi masyarakat Indonesia, ASITA Lampung prediksi biaya perjalanan tinggi dan sepi peminat.
Adapun umroh kali ini ketentuannya harus menjalani karantina 14 hari dinegara ketiga dulu sebelum masuk ke tanah suci.
Sekretaris DPD Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Lampung Adi Susanto mengatakan dengan adanya ketentuan tersebut membuat usahanya ini tambah hancur.
"Setelah kita pelajari dari ASITA Lampung melihat harga tersebut yang mencapai Rp 60 juta itu terlalu tinggi harganya," kata Adi, Kamis (29/7/2021).
Adi Susanto menuturkan saat karantina tersebut akan ada biaya tambahan.
"Dan biaya tersebut cukup tinggi," imbuhnya.
Adi Susanto menuturkan hal itu membuat masyarakat yang mau umroh akan berfir dua kali.
"Akhirnya peminatnya memang berkurang untuk umroh tersebut," tegasnya.
Baca juga: Bupati Agus Istiqlal Tinjau TPS Pilratin di Pesisir Barat Lampung
Sementara itu, Kabid Penyelenggara Haji dan Umroh Kanwil Kemenag Lampung M Ansori mengatakan dirinya belum bisa komentar banyak.
"Maaf saya belum bisa berkomentar banyak, karena saya belum mendapatkan informasi yang jelas terkait umroh yang mahal tersebut dari pemerintah pusat (Kemenag RI)," kata Ansori
Tetapi dirinya akan mencari tahu kepada Kemenag terkait biaya umroh tersebut.
"Jadi secepatnya sekitar 2 hari kedepan akan ada informasi yang valid dari Dirjen PHU atau Direktur bina umroh dan haji khusus Kemenag RI, " kata Ansori. ( Tribunlampung.co.id / Bayu Saputra )