Breaking News:

Metro

Stok Oksigen Menipis, RSUD Ahmad Yani Metro Lampung Angkat Tangan

Plt Direktur RSUD Ahmad Yani Hartawan mengaku pihaknya sudah angkat tangan jika ada pasien bukan Covid-19 yang membutuhkan oksigen.

Penulis: Indra Simanjuntak | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id / Indra Simanjuntak
Manajemen RSUD Ahmad Yani Metro menyatakan stok oksigen kian menipis, Jumat (30/7/2021). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Menipisnya stok oksigen membuat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ahmad Yani Metro tidak biasa berbuat banyak.

Plt Direktur RSUD Ahmad Yani Hartawan mengaku pihaknya sudah angkat tangan jika ada pasien bukan Covid-19 yang membutuhkan oksigen.

"Stok oksigen yang tersedia hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pasien yang saat ini tengah menjalani perawatan di rumah sakit. Saat ini kita sedang merawat 72 pasien Covid-19. Dari jumlah ini, enam di antaranya berada di ICU isolasi. Untuk yang dirawat di ICU ini sehari membutuhkan 20 tabung oksigen," kata Hartawan, Jumat (30/7/2021).

Dijelaskannya, jika dikalikan enam, artinya pasien isolasi butuh sebanyak 120 tabung sehari.

Baca juga: Satgas Kawal Distribusi Oksigen dari Vendor Lamteng Menuju Rumah Sakit di Lampung

Sementara untuk kebutuhan harian bagi pasien saat ini mencapai 300 sampai 400 tabung oksigen.

Sedangkan jumlah yang tersedia dan bisa diperoleh dari rekanan hanya 300 hingga 400 tabung.

"Masalah oksigen ini masalah nasional. Bukan masalah Metro dan Ahmad Yani saja. Jujur kita sedang darurat, soal oksigen ya. Ya kita tidak punya solusi. Kami juga minta solusi soal oksigen ini. Kalau ada pasien butuh selain yang dirawat, ya enggak ada solusi," jelasnya.

Ia mengaku masalah oksigen benar-benar dalam situasi kritis.

Namun pihaknya meyakinkan untuk pelayanan RSUD Ahmad Yani tetap memberikan yang terbaik.

Baca juga: Lampung Dapat Bantuan 15 Ton Oksigen Cair dari PT Pusri, Arinal: Ini Kerja Keras Kita

"Jadi masalah oksigen terus terang betul-betul ini kritis. Silakanlah media mau tulis apa. Karena begini keadaannya. Kita juga minta solusi. Kita angkat tangan soal oksigen. Kita setiap hari sudah koordinasikan dengan pemerintah daerah," imbuh Hartawan.

Sementara Wadir RSUD Ahmad Yani Kota Metro Eko Hendro menambahkan, pihaknya telah bekerja sama dengan 4 perusahaan pemasok oksigen.

Ia juga membenarkan bahwa secara nasional saat ini sedang mengalami krisis oksigen.

"Krisis di sini bukan berarti kita tidak bisa melayani. Kami sudah berupaya secara optimal. Dari 2 distributor kita tambah 2 distributor lagi. Artinya kita telah berupaya. Memang upaya terkadang di lapangan tidak mulus. Dan alhamdulillah, sampai saat ini tidak ada pasien yang dalam perawatan kekurangan oksigen," tuntasnya.

( Tribunlampung.co.id / Indra Simanjuntak )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved