Breaking News:

Bandar Lampung

Pemprov Lampung Tunggu Arahan Pusat, PPKM Level 4 Lanjut atau Berakhir

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung tunggu keputusan pemerintah pusat terkait kebijakan PPKM level 4 saat ini dilanjutkan atau tidak.

Penulis: sulis setia markhamah | Editor: Hanif Mustafa
Tribunlampung / Bayu
Ilustrasi, Ketua Posko Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung Qodratul Ikhwan. Provinsi Lampung tunggu keputusan pemerintah pusat terkait kebijakan PPKM. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -  Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung menunggu keputusan pemerintah pusat lebih lanjut terkait kebijakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 kembali diperpanjang atau tidak.

"Kalau masalah status tentunya tergantung dari pusat. Apakah masih masuk level 4 atau tidaknya pasti akan ada evaluasi oleh pusat," ungkap Ketua Posko Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung Qodratul Ikhwan kepada Tribunlampung.co.id melalui sambungan telepon, Minggu (1/8/2021).

Namun yang jelas, sesuai data Komite Penanganan Covid-19 Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Lampung khususnya Bandar Lampung berada dalam PPKM Level 4 hingga 2 Agustus mendatang.

Mengenai penanganan yang terus dioptimalkan oleh Pemprov Lampung termasuk melalui Satgas Penanganan Covid-19 adalah memberikan perawatan di rumah sakit bagi pasien yang membutuhkan penanganan rumah sakit.

"Tapi kalau yang bisa isolasi mandiri (isoman) kami anjurkan untuk isoman di rumah," ujarnya.

Terkait data penambahan kasus yang justru meningkat pada saat PPKM Level 4 diberlakukan, dibanding sebelum diterapkan, menurutnya lantaran perluasan tracing yang dilakukan pihaknya.

"Tracing terus diperluas, maka ketemunya makin banyak juga (jumlah orang yang terkonfirmasi Covid-19)," jelasnya.

Baca juga: 7 Formasi CPNS Lampung di Lingkungan Pemprov Lampung Nihil Pelamar

Saat ini Satgas Covid-19 Lampung masih menunggu kebijakan lebih lanjut dari pemerintah pusat soal status Level PPKM karena akan menentukan langkah apa yang bakal dilakukan ke depannya terkait penanganan Covid-19 di Bumi Ruwa Jurai.

"Kita tunggu saja, kemungkinan besok sudah keluar (tindak lanjut kebijakannya). Kalau masih level 4 tentu kami akan laksanakan sesuai dengan pemberlakuan dengan status level 4 itu," imbuh dia.

Sementara terkait bed occupancy rate (BOR), menurutnya meskipun ada kenaikan dan penurunan masih dalam angka stabil.

"Kalau BOR ada penurunan walaupun ya biasalah kadang naik lagi. Tetapi masih stabil angkanya. Kami berharap di Wisma Haji segera selesai untuk persiapan rumah sakit darurat," ujarnya.

Saat bisa berfungsi, nantinya di Wisma Haji akan tersedia setidaknya 200 bed.

"Saat sudah tersedia sampai 200 tempat tidur, tentu makin aman (untuk pelayanan perawatan) meskipun kami berharap tidak ada yang menempati. Tetapi paling tidak pelayanan perawatan makin maksimal," sambungnya.

Mengenai kondisi kekosongan obat Covid-19 dan juga kepastian vaksin kapan bisa terpenuhi, pihaknya sudah mengupayakan ke pusat.

Baca juga: Pemprov Lampung Segera Realisasikan DBH dan Insentif Nakes

"Tapi kalau soal progres mungkin bisa koordinasi dengan Ibu Kadis Kesehatan Lampung," tandasnya. ( Tribunlampung.co.id / Sulis Setia Markhamah )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved