Breaking News:

Bandar Lampung

Makanan dan Tembakau Sumbang Inflasi di Lampung Juli 2021

Koordinator Fungsi Statistik Distribusi Riduan mengungkapkan, ada enam dari 11 kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi.

Penulis: sulis setia markhamah | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tangkapan Layar Siaran Pers BPS Lampung
Pada Juli 2021, Provinsi Lampung mengalami inflasi sebesar 0,15 persen. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Provinsi Lampung mengalami inflasi sebesar 0,15 persen pada Juli 2021.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung Faizal Anwar melalui Koordinator Fungsi Statistik Distribusi Riduan mengungkapkan, ada enam dari 11 kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi.

"Inflasi tertinggi terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,65 persen," jelas Riduan dalam siaran pers awal bulan, Senin (2/8/2021) siang.

Lalu menyusul kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,50 persen; kelompok perumahan, air, listrik, bahan bakar rumah tangga 0,16 persen; kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,16 persen; kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,02 persen; serta kelompok pendidikan sebesar 0,01 persen.

Baca juga: Makanan dan Transportasi Sumbang Inflasi Bandar Lampung, Pemkot Genjot Pengembangan UMKM

Sebaliknya empat kelompok yaitu kelompok transportasi mengalami deflasi sebesar 0,78 persen; kelompok kesehatan 0,07 persen; kelompok pakaian dan alas kaki 0,02 persen; dan kelompok rekreasi, olahraga dan budaya 0,02 persen.

 "Sementara, satu kelompok lainnya yaitu kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran tidak mengalami perubahan indeks," ujarnya.

Jika ditilik dari sisi komoditas, angka inflasi terbesar disumbang oleh cabai rawit 0,070 persen. Menyusul cabai merah 0,054 persen, sewa rumah 0,02 persen, tomat 0,02 persen, hingga bawang merah 0,02 persen.

Terkait inflasi tahun kalender atau sejak Januari-Juli 2021 sendiri sebesar 1,02 persen.

"Sementara untuk inflasi tahun ke tahun (yoy) sebesar 2,17 persen," bebernya lebih lanjut.

Baca juga: BPS Lampung: Inflasi Lampung 2020 Cenderung di Bawah Angka Tahun Sebelumnya

Dari dua kota pemantauan di Lampung pada Juli 2021, Kota Bandar Lampung mengalami inflasi sebesar 0,14 persen dan Kota Metro sebesar 0,26 persen.

"Inflasi Bandar Lampung menempati peringkat 36 dan Metro peringkat 19 dari 90 kota yang diamati perkembangan harganya," kata dia.

Dari 90 kota yang diamati perkembangan harganya, 61 kota mengalami inflasi dan 29 kota mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Sorong sebesar 1,51 persen, inflasi terendah terjadi di Sampit sebesar 0,01 persen. Sedangkan, deflasi tertinggi terjadi di Manokwari sebesar 0,60 persen serta deflasi terendah di Maumere dan Samarinda masing-masing 0,01 persen.

( Tribunlampung.co.id / Sulis Setia Markhamah )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved