Berita Luar Negeri
302 Orang Tewas dan Puluhan Orang Hilang Akibat Banjir Bandang di China
Sebanyak 302 orang dilaporkan tewas dan puluhan orang lainnya hilang akibat banjir bandang di China yang terjadi pada Juli 2021 lalu.
Penulis: Virginia Swastika | Editor: Noval Andriansyah
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Bencana alam banjir bandang di China tewaskan 302 orang dan puluhan lainnya masih dalam pencarian.
Total korban jiwa yang mencapai ratusan orang itu menurut para pejabat pemerintah setempat merupakan tiga kali lipat dari jumlah kematian yang dilaporkan pihaknya pada pekan lalu.
Dilaporkan Aljazeera (3/8/2021), Zhengzhou, yang merupakan ibukota Provinsi Henan adalah wilayah yang paling terdampak parah atas banjir bandang di China tersebut.
Setidaknya ada 292 orang tewas dan 47 orang dinyatakan hilang akibat hujan deras yang melanda China selama tiga hari itu.
Meski diguyur hujan selama tiga hari, curah hujan yang turun saat itu setara dengan curah hujan selama setahun.
Pasalnya, hujan tersebut telah berubah menjadi bencana alam hingga membuat para penduduk Provinsi Henan terjebak di gerbong kereta bawah tanah, area parkir dan terowongan.
Terlebih, air yang diturunkan hujan itu naik dengan begitu cepat ke area permukiman warga.
Bahkan dalam sebuah video yang tersebar di media sosial, air telah merendam gerbong kereta bawah tanah setinggi leher orang dewasa.
Baca juga: Mahasiswi Tewas Dibunuh, Korban Sempat Mengira Pelaku Sopir Taksi Online
Para ahli mengatakan bahwa peristiwa cuaca ekstrem termasuk banjir dahsyat dan kekeringan ini merupakan dampak dari perubahan iklim.
Pemerintah setempat belum lama ini mengumumkan bahwa mereka akan mengirim tim investigasi untuk memeriksa progres penanganan banjir.
Selain itu, mereka juga akan mencari solusi untuk meningkatkan pencegahan bencana.
Wali Kota Hou hong mengatakan bahwa sebanyak 39 jenazah telah ditemukan di area parkir bawah tanah.
Sementara 14 orang ditemukan tewas di jalur 5 jaringan kereta bawah tanah.
Kabar mengenai jumlah korban jiwa akibat banjir bandang di China itu telah memicu kemarahan netizen China.
Mereka menuntut adanya perbaikan protokol manajemen bencana.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/banjir-bandang-di-china-tewaskan-302-orang-dan-puluhan-orang-hilang.jpg)