Lampung Selatan

Bupati Lamsel Nanang Ermanto Akan Siapkan Tempat Relokasi Bagi Kios yang Terbakar

Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto mengunjungi Pasar Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan yang terbakar

Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: soni
dokumentasi
Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto beserta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkung Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan mengunjungi Pasar Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan terbakar hebat, Selasa (3/8/2021) sekitar pukul 00.05 WIB. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN - Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto beserta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkung Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan mengunjungi Pasar Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan yang terbakar hebat, Selasa (3/8/2021) sekitar pukul 00.05 WIB.

Akibat peristiwa tersebut setidaknya 263 kios pedagang ludes dilahap si jago merah.

Nanang beserta Forkopimda dan Kepala OPD Lampung Selatan langsung bergerak cepat memikirkan nasib pedagang Pasar Bakauheni yang kehilangan kiosnya.

"Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan akan menyiapkan tempat relokasi kios pedagang Pasar Bakauheni yang terkabar. Upaya itu dilakukan agar para pedagang bisa kembali berjualan," kata Nanang, Selasa (3/8/2021).

Baca juga: Kebakaran di Pasar Bakauheni Lampung Selatan, 5 Mobil Damkar Diterjunkan ke Lokasi

Usai meninjau lokasi kebakaran Pasar Bakauheni, Nanang bersama Forkopimda dan Kepala OPD Kabupaten Lampung Selatan langsung menuju Pasar Siring Itik yang rencananya akan dijadikan tempat relokasi pedagang Pasar Bakauheni.

Nanang mengatakan Pasar Itik dipilih untuk tempat relokasi pedagang Pasar Bakauheni karena masih berada di satu desa.

“Jarak antara Pasar Bakauheni dan Pasar Siring Itik juga hanya 2 kilometer dan masih dalam satu desa, di Desa Bakauheni. Jadi Pak Yusri (Kadis Perdagangan) dan pak Camat beritahu pedagang kalau pemerintah daerah menyediakan tempat untuk mereka kembali berusaha,” kata Nanang.

"Selain itu Pasar Itik dipilih karena tempat lebih nyaman untuk pedagang dan pembeli, karena ada tempat parkirnya. Sehingga tidak menggangu pengguna jalan raya, dan tidak rawan kecelakaan," pungkasnya.

( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved