Kasus Corona di Lampung

13 Daerah di Lampung Zona Merah Covid-19, Satgas: Lakukan PPKM

Sebanyak 13 kabupaten/kota di Lampung masuk zona merah Covid-19 per Selasa (3/8/2021).

Instagram @bappeda_lampung
Ilustrasi. Sebanyak 13 kabupaten/kota di Lampung masuk zona merah Covid-19 per Selasa (3/8/2021). Saat ini cuma dua kabupaten saja yang berada di zona oranye yakni Mesuji dan Way Kanan. Tidak ada daerah berzona kuning ataupun hijau. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Sebanyak 13 kabupaten/kota di Lampung masuk zona merah Covid-19 per Selasa (3/8/2021).

Saat ini cuma dua kabupaten saja yang berada di zona oranye yakni Mesuji dan Way Kanan. Tidak ada daerah berzona kuning ataupun hijau.

Sebanyak 13 daerah zona merah ini merupakan yang pertama terjadi sejak pandemi Covid ada di Lampung. Sehari sebelumnya atau pada Senin, hanya 7 kabupaten/kota yang zona merah.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Lampung dr Reihana membenarkan kondisi di tersebut.

Karena itu, katanya, daerah zona merah harus melaksanakan PPKM sesuai level masing-masing kabupaten/kota.

Dengan penerapan PPKM, harapannya semua pihak mulai dari level RT, desa, kelurahan, menaati prokes.

"Jadi PPKM ini mengikuti instruksi mendagri, harapannya segera ada perbaikan kasus. Pasien yang isolasi mandiri di rumah harus tetap dijaga oleh petugas di posko desa atau kelurahan," beber dia, Selasa.

Saat ini kasus Covid di Lampung masih terus bertambah. Pada Selasa, terdapat tambahan 599 kasus baru terkonfirmasi.

Baca juga: Diskes Lampung Timur Sudah Distribusikan Vaksin Covid-19 ke Puskesmas dan Rumah Sakit

Hampir semua kabupaten/kota menyumbang penambahan kasus harian Covid ini. Tambahan kasus itu membuat total kasus Covid Lampung menjadi 36.419 kasus covid.

Sementara jumlah warga yang meninggal akibat Covid juga masih terus bertambah. Pada Selasa, ada tambahan 57 kasus kematian sehingga totalnya menjadi 2.352 kasus.

Pasien yang sembuh juga bertambah 429 kasus sehingga total kesembuhan 27.804 orang.

1 Juta Vaksin

Terkait penanganan Covid ini, Pemprov Lampung akhirnya mendapat tambahan 1 juta vaksin dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Tambahan vaksin ini diberikan secara bertahap.

Vaksin yang datang tersebut yakni vaksin Astrazeneca dan Sinovac. Vaksin tersebut datang bertahap pada akhir Juli dan awal Agustus.

Adapun rinciannya, pada akhir Juli datang sebanyak 4.600 vial atau 46.000 dosis. Alokasinya untuk Diskes sebanyak 1.840 vial, TNI 1.380 vial, Polri 1.380 vial.

Kemudian pada minggu pertama Agustus ini, kembali datang sebanyak 12.260 vial atau 122.600 dosis. Alokasinya untuk Diskes sebanyak 6.130 vial, TNI 3.065 vial, Polri 3.065 vial.

Selain itu, Lampung juga mendapatkan vaksin merek Moderna untuk nakes sebanyak 2.430 vial masing-masing 14 dosis, sehingga total ada 34.020 dosis.

Alokasinya untuk Dinas Kesehatan sebanyak 2.420 vial atau 33.880 dosis, Kantor Kesehatan Pelabuhan sebanyak 10 vial atau 140 dosis.

"Jadi untuk vaksin tahap ketiga bagi nakes kita dapat moderna, sudah distribusikan kedaerah sesuai peruntukannya. Vaksin-vaksin ini sudah didistribusikan ke daerah sesuai arahan Kemenkes," kata Reihana.

Jemput Oksigen

Selain vaksin, Pemprov Lampung juga terus menambah pasokan oksigen. Terbaru, Disperindag Lampung menjemput bola ambil oksigen ke PT Oki Pulp and Paper di Sumatera Selatan.

Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Lampung M Zimmi Skil mewakili Kadisperidag Elvira Umihanni mengatakan, pihaknya menemui pimpinan PT Oki Pulp and Paper (Sinarmas Grup) untuk menanyakan bantuan oksigen liquid untuk Lampung.

Baca juga: Pandemi Covid-19, Kejari Tulangbawang Lampung Akan Pidana Penimbun Obat

Ia mengaku, proses pengiriman oksigen itu menggunakan kapal tanker. Karena debit air sedang berkurang, laju kapal agak lambat.

"Jadi agak mengalami kesulitan dari Pelabuhan GUI Gajah Unggul internasional menuju pabrik memakan waktu kurang lebih 36 jam pulang pergi sampai kembali ke pelabuhan bila kondisi normal," kata Zimmi.

Kemudian di lapangan ada juga banyak antrian ISO tang dari provinsi lain. Di antaranya dari Jawa Barat dan Sumsel sendiri. Sehingga pendistribusian oksigen ini belum dilakukan. 

"Apabila kondisi di lapangan sudah baik dan tidak ada kendala maka dalam waktu dekat, hari Kamis atau Jumat sudah sampai di Lampung," katanya.

RS Darurat

Sementara itu, Wisma Haji di Rajabasa Bandar Lampung yang dipersiapkan sebagai rumah sakit darurat Covid masih belum ada kegiatan sejak dikunjungi perwakilan dari Kementerian BUMN.

Sebelumnya utusan Kementerian BUMN telah meninjau Wisma Haji dan menyatakan RS darurat akan dikerjakan selama 10 hari kedepan. Nantinya gedung yang dipakai yakni Multazam berlantai 5.

Tribun sempat melihat-lihat fasilitas di gedung ini. Kamar yang akan menjadi tempat merawat pasien Covid terlihat sangat nyaman.

Tempat tidurnya springbed. Setiap ruangan terdapat 4 tempat tidur dan ada kamar mandi di dalam. Ada televisi (TV), pendingin ruangan (AC) dan lemari tempat menyimpan baju.

Baca juga: Terdampak Pandemi Covid-19, UMKM di Bandar Lampung Disarankan Manfaatkan Marketplace

Kepala Kanwil Kemenag Lampung Juanda Naim menjelaskan, sebelumnya gedung itu sudah ditinjau dan dinyatakan layak untuk RS darurat.

Kementerian BUMN meminta agar disiapkan 200 bed dan bed yang tersedia sudah lebih dari cukup. ( Tribunlampung.co.id / Bayu Saputra )

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved