Bandar Lampung

Survei BPS Lampung: Masyarakat Jenuh saat Penerapan PPKM

Perilaku masyarakat Lampung, khususnya pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat 13-20 Juni 2021 terkait protokol kesehatan

Tribunlampung.co.id / Sulis
Berdasarkan survei yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung yang dilakukan selama satu minggu terhadap 3.963 responden, mayoritas responden merasa jenuh atau sangat jenuh saat ditanya mengenai perasaan yang dialami selama di rumah saja. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Perilaku masyarakat Lampung, khususnya pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat 13-20 Juni 2021 terkait protokol kesehatan (prokes) cenderung beragam.

Berdasarkan survei yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung yang dilakukan selama satu minggu terhadap 3.963 responden, mayoritas responden merasa jenuh atau sangat jenuh saat ditanya mengenai perasaan yang dialami selama di rumah saja.

"Sebanyak 33,54 persen responden merasa jenuh dan 28,44 merasa sangat jenuh. Namun ada juga yang merasa senang sebanyak 3,05 persen dan sangat senang 1,46 persen," jelas Kepala BPS Lampung Faizal Anwar melalui Koordinator Fungsi Nerwilis Nurul Andriana dalam siaran pers BPS Lampung, Kamis (5/8/2021).

Sementara yang merasa biasa saja sebanyak 33,51 persen.

Baca juga: PPKM Level 4 Diperpanjang hingga 9 Agustus 2021

Terkait perasaan yang dialami responden selama masa PPKM Darurat yaitu sebanyak 66,65 responden berjenis kelamin laki-laki merasa jenuh/ sangat jenuh.

"Persentase responden laki-laki lebih banyak merasa jenuh atau sangat jenuh saat berdiam diri di rumah seminggu yang lalu," kata Faizal.

Sementara untuk responden perempuan yang mengalami rasa jenuh/ sangat jenuh sebesar 57,48 persen.

"Tak sedikit juga responden perempuan selama masa pembatasan mengalami kecemasan atau rasa takut yaitu sebanyak 37,48 persen," bebernya.

Mengenai kegiatan yang dilakukan selama masa pemberlakuan pembatasan, sebanyak 60 persen lebih responden mengisi kegiatan dengan membatasi mobilitas.

Mereka lebih memilih melakukan komunikasi dengan keluarga atau teman melalui online dan memperbanyak ibadah.

"Sementara masih ada 8,05 persen respon masih mengunjungi kerabat atau keluarga dengan alasan tertentu dan ada juga yang rekreasi," kata Nurul.

( Tribunlampung.co.id / Sulis Setia Markhamah )

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved