Bandar Lampung
1 Lagi Buron Penganiayaan Berujung Tewasnya Warga Way Halim Bandar Lampung Diringkus
Ia tewas setelah dianiaya sekelompok anak muda di area SPBU Way Dadi, Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Sukarame, Bandar Lampung, Rabu (30/6/2021) malam
Penulis: joeviter muhammad | Editor: Daniel Tri Hardanto
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Jajaran Satreskrim Polresta Bandar Lampung kembali meringkus satu dari dua buron kasus penganiayaan yang menyebabkan korbannya tewas.
Korban bernama Bobby Adam (31), warga Way Halim, Bandar Lampung.
Ia tewas setelah dianiaya sekelompok anak muda di area SPBU Way Dadi, Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Sukarame, Bandar Lampung, Rabu (30/6/2021) malam lalu.
Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Resky Maulana menyatakan, satu lagi tersangka yang diamankan berinisial RE (14).
Baca juga: Tanggapan Alfath Fathier Dituduh Aniaya Nadia Christina, Tidak Usah Cari Sensasi
"Dari keterangan tersangka yang sebelumnya kami tangkap, akhirnya diketahui keberadaan pelaku RE," kata Resky, Sabtu (7/8/2021).
Dari hasil pemeriksaan, RE mengaku terlibat dalam penganiayaan itu.
Peristiwa itu bermula dari saling senggol kendaraan di jalan raya.
Penganiayaan tersebut dilakukan RE bersama lima rekannya.
RE diduga menusuk tubuh korban dengan senjata tajam.
Baca juga: Nasib Sopir Truk setelah Tabrak Kakak Beradik hingga Tewas di Bandar Lampung
"(RE) Ditangkap di seputar wilayah Bandar Lampung, Kamis malam kemarin," tutur Resky.
Menurut Resky, saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap tersangka RE.
Pasalnya, masih ada satu DPO lagi dalam perkara penganiayaan berat tersebut. "Satu orang lagi DPO inisial YN masih kita lakukan pengejaran," tandasnya.
Sebelumnya, aparat kepolisian berhasil mengamankan empat tersangka penganiayaan dalam tempo kurang dari 24 jam pasca kejadian.
Mereka yakni Rio (19), Hr (17), Albert (27), dan Fr (17).
Rio mengungkapkan, penganiayaan tersebut bermula saat motor Albert terlibat senggolan dengan mobil rekan korban.
Merasa tidak terima mobilnya disenggol, Rio menyebut, rekan korban memukul dirinya yang tidak tahu ujung pangkal masalah tersebut.
"Tiba-tiba waktu saya lagi ngamen, kepala saya dipukul korban," ujar Rio.
Tindakan tersebut memicu amarah para pelaku yang sebagian besar merupakan pengamen dan anak jalanan.
Rio dan Hr menghantamkan pipa paralon berisi coran beton ke kepala korban.
Sementara Albert menggunakan gesper besi untuk memukuli korban.
Sedangkan Fr memukul korban dengan kayu sebanyak dua kali.
( Tribunlampung.co.id / Muhammad Joviter )