Apa Itu
Apa Itu Hidroponik
Hidroponik berasal dari Bahasa Latin, hydro dan phonos. Simak penjelasan terkait apa itu hidroponik berikut ini.
Penulis: Reni Ravita | Editor: Kiki Novilia
Mengutip dari Buku Pintar Hidroponik (2019) karya Andre Setiawan, hidroponik memiliki sejumlah keunggulan atau kelebihan, jika dibandingkan dengan sistem bercocok tanam lainnya.
1. Tidak membutuhkan tanah karena air digunakan sebagai medium utamanya.
2. Tidak perlu banyak air karena air akan terus disirkulasi atau diedarkan dalam sistem yang telah dibuat sebelumnya.
3. Lebih bersih dan steril karena tidak ada tanah yang berceceran.
4. Bebas dari hama pengganggu tanaman yang sering muncul dari tanah.
5. Cocok diterapkan di lahan sempit atau terbatas karena tidak memerlukan pot besar atau tanah yang luas.
6. Kandungan gizinya lebih tinggi karena tidak menggunakan pestisida.
7. Hasilnya bisa dipanen kapan saja dan mudah diambil.
8. Tanamannya bisa tumbuh lebih cepat, jika diawasi dan dikelola dengan tepat.
c. Contoh hidroponik
Tanaman yang akan ditanam dengan sistem hidroponik harus disesuaikan terlebih dahulu.
Tujuannya agar hasil maksimal dan sesuai dengan yang diinginkan.
Berikut beberapa daftar tanaman yang bisa ditanam dengan sistem hidroponik:
1. Sayur mayur
Sawi, kobis, bayam, kangkung, selada, tomat, cabai, timun, kacang, dan lain-lain.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/apa-itu-hidroponik.jpg)