Berita Terkini Nasional
Nelayan di Banyuwangi Tewas di Tangan Saudaranya
Nelayan di Banyuwangi tewas di tangan saudaranya. Pelaku bernama Iskandar (30).
Peristiwa terjadi di rumah Sunarto (53), warga Dusun Krajan yang juga menjadi juragan atau pemilik perahu nelayan.
Selama ini korban dan pelaku memang bekerja sebagai nelayan dengan menjalankan perahu milik Sunarto.
Akan tetapi malam itu kedua pria tersebut sudah terlibat cekcok.
Sunarto tak mendengarnya meski tinggal serumah.
Informasinya, pelaku tidak betah bekerja sebagai nelayan sehingga sempat protes ke korban.
Sebab ia berdalih awalnya ia bekerja karena diajak oleh korban.
"Kalau korban sudah lama bekerja sebagai nelayan ikut bosnya itu (Sunarto). Namun kalau pelaku baru lima hari bekerja karena diajak korban, yang baru pulang sambang dari rumahnya (di Banyuwangi)," paparnya.
Saat itu, korban pulang lima hari ke Banyuwangi kemudian kembali ke rumah Sunarto, dengan mengajak pelaku.
Korban bermaksud baik karena ingin menolong pelaku agar punya pekerjaan.
Selain itu korban pernah menjanjikan, kalau pelaku sudah punya penghasilan sendiri, maka akan dicarikan jodoh (istri) di Blitar.
Pelaku yang masih lajang awalnya menurut, namun ternyata ia temperamental dan tidak sabaran.
Karena baru tiga hari melaut, pelaku sudah tak sabar dan menagih janji ke korban soal mencarikan istri.
Pelaku juga mengaku akan pulang ke Banyuwangi karena merasa tidak betah bekerja di Blitar.
"Ucapan pelaku semula tak ditanggapi oleh korban. Namun korban sempat berang karena upayanya tidak dihargai," terang Panji.
Setelah bertengkar, korban tetap menahan diri dan masuk ke kamarnya untuk tidur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/ilustrasi-pria-diborgol_20151017_202148.jpg)