Apa Itu
Apa Itu Angin
Berikut penjelasan apa itu angin, termasuk faktor terjadinya angin. Simak penjelasan selengkapnya.
Penulis: Virginia Swastika | Editor: Hanif Mustafa
Udara khatulistiwa yang hangat naik lebih tinggi ke atmosfer dan bermigrasi ke kutub akan menghasilkan tekanan rendah.
Sebaliknya, jika udara yang lebih dingin dan lebih padat bergerak di atas permukaan bumi menuju khatulistiwa untuk menggantikan udara panas akan menghasilkan tekanan yang tinggi.
Biasanya angin bertiup dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah. Batas antara dua area ini disebut front.
Hubungan yang kompleks antara front menyebabkan berbagai jenis angin dan pola cuaca.
Angin yang berlaku adalah angin yang bertiup dari satu arah di atas wilayah tertentu di Bumi.
Area tempat pertemuan angin yang ini disebut zona konvergensi.
Umumnya, angin bertiup dari timur-barat, bukan utara-selatan.
Ini terjadi karena rotasi bumi menghasilkan apa yang dikenal sebagai efek Coriolis.
Efek Coriolis membuat sistem angin berputar berlawanan arah jarum jam di belahan bumi utara dan searah jarum jam di belahan bumi selatan.
Serta, menyebabkan beberapa angin bertiup di sepanjang tepi sistem bertekanan tinggi dan bertekanan rendah, yang disebut dengan angin geostropik.
Faktor terjadinya angin
Adapun beberapa faktor terjadinya angin:
1. Gradien barometris, yaitu angka yang menunjukkan tekanan udara. Makin besar gradien barometris, makin cepat angin bertiup.
2. Letak tempat, yaitu angin di daerah sekitar khatulistiwa seperti Indonesia bergerak lebih cepat daripada angin di kutub.
3. Ketinggian tempat, yang bisa memicu kecepatan berembusnya angin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/apa-itu-angin.jpg)