Breaking News:

Pencurian Kotak Amal di Lampung Tengah

Gara-gara Kehabisan Bensin, Pemuda di Lampung Tengah Curi Uang Kotak Amal

Seorang pemuda di Lampung Tengah curi uang kotak amal milik Masjid Al Muslimun setelah mengaku kehabisan bensin. 

Penulis: syamsiralam | Editor: Kiki Novilia
Tribunlampung.co.id / Syamsir Alam
Gara-gara Kehabisan Bensin, Pemuda di Lampung Tengah Curi Uang Kotak Amal. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG TENGAH - Seorang pemuda di Lampung Tengah curi uang kotak amal milik Masjid Al Muslimun setelah mengaku kehabisan bensin. 

Oki sang pelaku bercerita, ketika itu motor yang ia kendarai dengan satu rekannya yang masih buron kehabisan bensin.

Karena merasa terdesak, keduanya akhirnya sepakat untuk mencuri uang kotak amal di masjid.

"Kami mau pulang ke Sukadana (Lampung Timur) dari Seputih Banyak, sampai di situ (Kampung Siswo Bangun) kami kehabisan bensin," kata Oki di Mapolsek Seputih Banyak.

Setelah itu, keduanya masuk ke dalam masjid dan melihat kotak amal yang diletakkan di bagian samping masjid.

Baca juga: BREAKING NEWS Gerak-gerik Mencurigakan, Warga di Lampung Tengah Berhasil Tangkap Pencuri Kotak Amal

"Karena cuma diikat kawat, lalu kami buka ikatannya dan kemudian kami ambil uang di dalam kotak amal itu," ujarnya.

Namun nahas, belum sempat keluar areal masjid salah seorang warga memergoki aksi mereka, dan menangkap pelaku Oki.

"Saya ditarik warga dan diteriaki maling. Kawan saya langsung kabur, dan saya dibawa ke kantor polisi (Polsek Seputih Banyak)," bebernya.

Selain pelaku Oki yang sudah ditangkap, satu rekannya juga yang turut dalam aksi pencurian kotak amal di Masjid Al Muslimun turut dikejar polisi.

"Setelah masuk dan mengambil uang di dalam kotak masjid, keduanya mencoba kabur, dan pelaku Oki ditangkap warga dan satunya kabur," jelas AKP Tarmuji.

Polisi menduga para pelaku merupakan spesialis pencurian uang di dalam kotak amal masjid yang ada di wilayah hukum Polsek Seputih Banyak.

Baca juga: Mendekam 10 Tahun Akibat Korupsi, Mantan Bupati Lampung Tengah Bebas Hari Ini

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku Oki dijerat dengan Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. ( Tribunlampung.co.id / Syamsir Alam )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved