Apa Itu

Apa Itu Awan, Uap Air yang Meluap

Simak penjelasan mengenai apa itu awan, termasuk jenis awan. Berikut penjelasan selengkapnya penguapan air yang membentuk kumpulan air.

Editor: Hanif Mustafa
Twitter @JogjaUpdate
Ilustrasi awan. Berikut penjelasan apa itu awan, secara umum diartikan hasil proses penguapan air yang terkumpul di udara. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Simak berikut ini adalah penjelasan apa itu awan.

Kita mungkin mengenal istilah awan yang secara umum diartikan kumpulan hasil dari penguapan air yang menggantung di udara.

Awan terkadang terlihat tipis, tapi terkadang terlihat tembal hitam pekat.

Pada satu titik dimana berat masa jenis airnya sudah tinggi, maka kumpulan uap air ini akan turun menjadi hujan.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menyebutkan awan adalah kelompok butiran air, es, atau kedua-duanya yang tampak mengelompok di atmosfer.

Tak hanya KBBI yang menjelaskan mengenai apa itu awan, National Aeronautics and Space Administration (NASA) juga memiliki pemaknaan lain.

Namun pemaknaan terkait pengertian awan yang dibuat NASA ini jauh lebih mengarah ke proses terbentuknya awan.

Baca juga: Apa Itu Mamalia, Berikut Pengertian Hewan Mamalia

Menurut NASA, awan adalah air yang mengembun terjadi karena adanya kondensasi.

Keberadaan awan merupakan hal yang penting bagi cuaca dan iklim di Bumi.

Proses terbentuknya awan

Di dalam udara selalu mengandung uap air. Uap air yang meluap akan menjadi titik-titik air dan terbentuklah awan.

Berikut proses terbentuknya awan:

1. Udara yang panas akan mengandung banyak uap di udara.

Udara panas tersebut kemudian naik hingga berada di satu lapisan dengan suhu yang lebih rendah.

Setelahnya, uap tersebut akan mencair dan terbentuklah awan.

Baca juga: Apa Itu Bilangan Desimal, Istilah dalam Pelajaran Matematika

2. Jika awan sudah terbentuk, titik air dalam awan menjadi lebih besar dan awan akan semakin berat.

Perlahan daya tarikan bumi menarik awan ke bawah, hingga sampai pada satu peringkat, titik-titik tersebut jatuh ke bawah dan jadilah hujan.

3. Jika titik-titik air bertemu dengan udara panas, maka titik air akan menguap dan awan tersebut akan hilang.

Hal inilah yang membuat bentuk awan selalu berubah-ubah.

Air dalam awan akan bergantian menguap dan mencair.

Jenis awan

Adapun beberapa jenis awan yang terbagi menjadi tiga, yaitu awan tinggi, awan menengah, dan awan rendah.

1. Awan tinggi

Awan yang berada di ketinggian antara 6-12 kilometer di atas permukaan laut (dpl).

Terdiri dari kristal es dan memiliki beberapa kategori, yaitu:

a. Cirrus

Awan halus dengan struktur seperti serat. Berbentuk seperti bulu burung dan tersusun seperti pita yang melengkung di langit.

Sehingga awan cirrus tampak bertemu di satu atau dua titik pada horizon.

Sering terdapat kristal es di dalamnya dan awan tidak menimbulkan hujan.

b. Cirrostratus

Awan ini berbentuk seperti kelambu putih yang halus dan rata menutup seluruh langit sehingga tampak cerah.

Terkadang awan ini juga berbentuk seperti anyaman yang tidak beraturan.

Awan ini sering menimbulkan hallo, yaitu lingkaran yang bulat dan mengelilingi matahari atau bulan dan biasa terjadi pada musim kering.

c. Cirrocumulus

Awan ini berpola putus-putus dan penuh dengan kristal es dan sering berbentuk seperti segerombolan domba.

Biasanya bentuknya tersebut akan menimbulkan bayangan di permukaan bumi.

2. Awan menengah

Awan yang berada di ketinggian antara 3-6 kilometer dpl. Kelompok awan memengah antara lain:

a. Altocumulus

Awan yang berukuran kecil tetapi berjumlah banyak. Berbentuk seperti bola yang tebal berwarna putih hingga pucat.

Terdapat warna kelabu di beberapa bagian awan alto cumulus.

Awan ini bergerombol dan sering berdekatan sehingga tampak saling bergandengan.

b. Altostratus

Awan yang bersifat luas dan tebal dengan warna kelabu.

3. Awan rendah

Awan yang berada di ketinggian kurang dari 3 kilometer dpl. Kelompok awan rendah sebagai berikut:

a. Stratocumulus

Awan yang berbentuk bola-bola yang sering menutupi seluruh langit sehingga tampak menyerupai gelombang di lautan.

Awan ini sangat tipis dan tidak menimbulkan hujan.

Stratus Berada pada posisi yang rendah dan awan yang sangat luas dengan ketinggian kurang dari 2.000 meter.

Awan ini menyebar seperti kabut dan tampak berlapis-lapis. Awan ini juga tidak menimbulkan hujan. Nimbostratus

Awan berbentuk tidak menentu dengan tepi yang tidak rapi. Awan ini menimbulkan hujan gerimis, berwarna putih sedikit gelap, dan penyebarannya di langit cukup luas.

4. Awan akibat udara naik

Awan yang berada pada ketinggian antara 500 meter hingga 1.500 meter dpl. Kelompok awan ini adalah:

a. Cumulus

Awan tebal yang terbentuk pada siang hari karena udara yang naik.

Awan akan terlihat terang jika mendapatkan sinar langsung dari matahari dan terlihat bayangan berwarna kelabu jika mendapatkan sinar di sebagian sisinya.

b. Cumulonimbus

Awan ini menimbulkan hujan dengan kilat dan guntur. Memiliki volume besar dengan ketebalan yang tinggi.

Posisi rendah dan puncak yang tinggi sebagai menara. Terjadinya hujan tidak tergantung pada tebal tipisnya awan, namun musim.

Pada musim kering, meski awan tinggi tebal belum tentu turun hujan karena faktor dominan angin.

Itulah penjelasan mengenai apa itu awan. ( Tribunlampung.co.id / Virginia Swastika )

Baca apa itu lainnya

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved