Breaking News:

Apa Itu

Apa Itu Anhidrosis, Kondisi Tubuh yang Tidak Bisa Berkeringat

Pada kondisi tertentu, tubuh tidak bisa mengeluarkan keringat (anhidrosis) atau mengeluarkan keringat hanya sedikit. Lalu, apa itu anhidrosis?

Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Kiki Novilia
Dokumentasi Pribadi
dr Desidera Husadani, Sp.DV. Apa Itu Anhidrosis, Kondisi Tubuh yang Tidak Bisa Berkeringat 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Pada kondisi tertentu, tubuh tidak bisa mengeluarkan keringat (anhidrosis) atau mengeluarkan keringat hanya sedikit (hipohidrosis). Lalu, apa itu anhidrosis sebenarnya?

dr Desidera Husadani, Sp.DV dari Klinik Skin Rachel mengatakan, anhidrosis dan hipohidrosis dapat menyebabkan kram atau pegal sendi.

Bisa juga menyebabkan nadi cepat dan badan lemas (heat exhaution), serta paling parah adalah heat stroke yang berimbas pada koma dan kematian. 

Untuk itu, dokter yang akrab disapa dr Desi itu menyarankan, jika mengalami anhidrosis dan hipohidrosis, harus bisa menjaga suhu tubuhnya agar tetap stabil, seperti jangan panas-panasan. 

Jika sudah merasa kepanasan atau suhu tubuhnya naik, segera masuk keruangan yang ada ac, atau masuk keruangan yang lebih sejuk untuk menurunkan suhu tubuhnya. 

Baca juga: Apa Itu Luas dan Volume Pada Pelajaran Matematika

Kemudian jangan melakukan aktivitas fisik yang berat seperti olahraga yang berat, karena bisa menaikan suhu tubuhnya. Selanjutnya harus selalu banyak minum air putih. 

Orang-orang terdekatnya juga harus tahu jika ada yang mengalami anhidrosis dan hipohidrosis agar bisa cepat memberikan pertolongan.

Misalnya memberikan pertolongan dengan memberikan handuk basah jika tiba-tiba mengalami heat exhaution.

"Anhidrosis dan hipohidrosis penyebabnya sama yakni karena kelainan genetik yang didapat sejak lahir, yang kemungkinan bisa terjadi seumur hidup," kata dr Desi.

Selain itu anhidrosis dan hipohidrosis bisa juga disebabkan karena ada sesuatu yang terjadi di tubuh, yang jika sesuatu ini berhasil diatasi maka anhidrosis dan hipohidrosis bisa diatasi. 

Baca juga: Apa Itu Diagram, Berikut Pengertian dan Jenisnya

Jika anhidrosis dan hipohidrosis bisa diatasi, selanjutnya perlahan-lahan keringatnya akan kembali. Namun kapan keringatnya akan kembali sepenuhnya tidak bisa dipastikan.

"Sesuatu terjadi dalam tubuh yang saya maksud seperti ada luka bakar, karena ada penyakit sistemik seperti diabetes, atau karena Covid-19," ujar dr Desi. 

Menurut beberapa jurnal yang dibaca dr Desi, Covid-19 bisa menyerang saraf.

Baca juga: Apa Itu Pembuluh Darah

Akibatnya, setelah pasien sembuh dari Covid-19, pasien bisa membuat mengalami gejala sisa berupa anhidrosis dan hipohidrosis. ( Tribunlampung.co.id / Jelita Dini Kinanti )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved