Breaking News:

Pringsewu

Kondisi Keuangan Pemerintah Kabupaten Pringsewu Lampung Berimbang

Struktur keuangan Pemerintah Kabupaten Pringsewu diproyeksikan berimbang. Meskipun ada defisit sebesar Rp 58.156.770.076,80.

Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono | Editor: soni
Tribun Lampung / R Didik Budiawan
Bupati Pringsewu Sujadi didampingi Wakil Bupati Fauzi menyerahkan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Perubahan 2021 ke DPRD Kabupaten Pringsewu 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID,PRINGSEWU - Struktur keuangan Pemerintah Kabupaten Pringsewu diproyeksikan berimbang. Meskipun ada defisit sebesar Rp 58.156.770.076,80.

Kondisi tersebut yang disampaikan dalam Rancangan Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Perubahan 2021 Kabupaten Pringsewu.

Bupati Pringsewu Sujadi mengungkapkan defisit tersebut dari anggaran pendapatan yang direncanakan Rp. 1.289.599.665.669,00. 

Pendapatan tersebut meliputi PAD Rp. 120.285.929.669, pendapatan transfer Rp 1.120.645.536.000, serta lain-lain pendapatan yang sah Rp. 48.668.200.000,00. 

Sedangkan untuk anggaran belanja, direncanakan sebesar Rp.1.347.756.435.746.

Baca juga: Pendapatan Daerah pada KUA PPAS APBD Perubahan 2021 Tubaba Lampung Sebesar 920,1 Miliar

"Ada defisit sebesar Rp. 58.156.770.076,80," ungkap Sujadi dalam Rapat Paripurna DPRD Pringsewu, Senin, 30 Agustus 2021.
Rapat paripurna dalam rangka pengajuan KUA-PPAS Perubahan 2021.

Ditambahkan Sujadi, pada KUA-PPAS Perubahan 2021 tersebut, pembiayaan anggaran setelah dilakukan penataan kembali berdasarkan hasil audit BPK-RI menjadi Rp. 60.472.140.076,80. 

Penerimaan pembiayaan ini dimanfaatkan untuk penyertaan modal pada Bank Lampung sebesar Rp. 2.315.370.000 dan untuk menutupi defisit Rp. 58.156.770.076,80. 

"Dengan demikian, struktur anggaran KUA-PPAS Perubahan 2021 dalam kondisi berimbang", tutupnya. 

Rapat paripurna tersebut dipimpin Ketua DPRD Pringsewu Suherman, diikuti Bupati Pringsewu Sujadi dan Wakil Bupati Fauzi.
Kemudian dihadiri jajaran pemerintah daerah dan forkopimda.

Sujadi mengatakan, ada beberapa kondisi yang menyebabkan dilakukannya perubahan APBD 2021.

Di antaranya  karena pandemi Covid-19 yang berdampak pada seluruh sendi kehidupan masyarakat. Dimana terjadi perlambatan perekonomian baik nasional maupun di daerah.

Serta adanya keadaan yang mengharuskan dilakukannya pergeseran anggaran. Serta adanya status kedaruratan kesehatan atas dampak pandemi. 

"Terkait hal tersebut, Pemkab Pringsewu telah melakukan refocussing anggaran 2021 dengan mengalokasikan anggaran penanganan Covid-19 sebesar Rp. 86.341.045.491,00",  jelasnya. ( Tribunlampung.co.id / Robertus Didik Budiawan Cahyono

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved