Apa Itu

Apa Itu Pelangi dan 8 Ragam Jenisnya

Sebagai fenomena alam, pembahasan apa itu pelangi tak jarang dikenalkan semasa sekolah. Berikut penjelasan lengkapnya.

Tayang:
Penulis: Virginia Swastika | Editor: Kiki Novilia
Pixabay/Matthew Morse
Ilustrasi pelangi. Apa Itu Pelangi dan 8 Ragam Jenisnya 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Pelangi tak jarang muncul setelah hujan berhenti. Lantas apa itu pelangi? Serta adakah ragam jenis pelangi?

National Geographic memaknai pengertian pelangi sebagai busur warna-warni yang dibuat oleh tetesan air yang mencolok.

Sementara dikutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, pelangi adalah lengkung spektrum warna di langit, tampak karena pembiasan sinar matahari oleh titik-titik hujan atau embun.

Pelangi sejatinya merupakan ilusi optik atau hasil pembiasan dan pemantulan cahaya pada tetesan air.

Saat cahaya yang dipantulkan ini meninggalkan tetesan, itu dibiaskan lagi pada berbagai sudut.

Baca juga: Apa Itu Meteoroid, Berikut Penjelasan Lengkap untuk Benda Langit Ini

Uniknya, tidak ada yang melihat pelangi yang sama.

Posisi kemunculannya akan tergantung pada posisi orang yang melihatnya.

Sebab, setiap orang memiliki titik antisolar dan cakrawala yang berbeda.

Selain itu, fakta unik seputar pelangi lainnya adalah pelangi tidak selalu muncul setelah hujan turun.

Fenomena alam ini juga bisa ditemukan di air terjun yang berombak kencang dan memiliki banyak percikan air ke udara.

Baca juga: Apa Itu Diagram Batang dalam Pelajaran Matematika

Jenis pelangi

Dikutip dari Kompas.com dan Grid.id, adapun beberapa jenis pelangi, yaitu:

1. Primer Rainbow (Pelangi Primer atau Pelangi Klasik)

Pelangi primer adalah pelangi yang paling sering dilihat.

Pelangi ini dibentuk oleh pembiasan dan pantulan internal sinar cahaya yang masuk ke titik hujan.

Selain itu, fenomena ini biasa terlihat dengan hanya menampilkan enam warna yang meliputi merah, hijau, kuning, oranye, ungu, dan biru.

Intensitas dari tiap warna juga dipengaruhi oleh kondisi atmosfer dan waktu.

2. Secondary Rainbow (Pelangi Sekunder)

Ada juga pelangi lain yang kurang intens dan kadang terlihat.

Namanya busur sekunder atau secondary bow.

Busur sekunder, bila terlihat di luar busur utama dan dengan urutan warna yang terbalik.

Ini diproduksi oleh cahaya yang telah dipantulkan dari dua titik berbeda di belakang drop sebelum muncul ke udara.

Pelangi tingkat tinggi sangat lemah, sehingga jarang terlihat.

Cahaya bisa tercermin lebih dari sekali.

Pada pelangi primer biasanya warna yang terlihat berupa mejikuhibiniu (merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu).

Namun pada pelangi sekunder ini, warna yang terlihat justru dalam urutan yang terbalik.

3. Circular Rainbows (Pelangi Melingkar)

Pelangi ini sering dikenal dan muncul pada lukisan anak-anak. Bentuknya melingkar seperti busur lingkaran yang sempurna dengan radius tepat 42 derajat.

4. Red Rainbows (Pelangi Merah)

Tidak seperti pelangi yang biasanya terlihat memiliki beragam warna yang cantik, red rainbows ini terlihat didominasi oleh warna merah.

Pelangi ini umumnya muncul ketika pagi hari dan ketika matahari terbenam di sore hari.

Filter atmosfer bumi yang menjadi berwarna biru, kemudian tampak lebih merah atau cahaya jingga dan membiaskan air.

Akibatnya, fenomena pelangi muncul dengan ujungnya yang kemerahan.

5. Supernumerary bows

Pelangi jenis ini biasanya punya warna hijau, merah muda, dan ungu yang dominan.

Supernumerary bows terjadi ketika terkena tetesan air hujan terkena pelangi utama dengan ukuran kecil dan seragam.

Jumlah dan jaraknya dapat berubah dari menit ke menit.

6. Lunar rainbow

Sementara jenis pelangi ini muncul di malam hari dan cukup sulit ditemukan.

Disebut lunar rainbow karena pembiasan cahayanya tidak hanya disebabkan oleh matahari, juga bisa terjadi karena bulan.

Pelangi ini akan muncul setelah badai hujan yang terjadi ketika bulan purnama.

Ketika badainya sudah selesai, moonbows bisa terlihat jika pendar bulan enggak tertutup awan

Pelangi ini hanya membutuhkan tetesan air dan sumber cahaya.

Bulan purnama yang bisa memiliki cahaya yang cukup terang bisa membiasakan tetesan hujan, sama seperti yang terjadi pada matahari.

7. Fogbows (Busur Kabut)

Pelangi ini masuk ke kategori pelangi yang sulit ditangkap fenomenanya.

Hal ini karena fogbows hanya akan terjadi di belakang orang yang melihat.

Kondisi kabut di belakang orang tersebut juga harus dalam kondisi sangat tipis agar sinar matahari bisa bersinar dan menembus kabut tebal di depannya.

8. Waterfall Rainbows (Pelangi Air Terjun)

Pelangi jenis ini jarang kita temui, karena untuk melihatnya kita perlu pergi ke air terjun.

Pelangi ini biasanya terlihat ketika kabut air terjun bercampur dengan aliran udara dengan atmosfer tetap secara terus menerus.

Baca juga: Apa Itu Debit dalam Menghitung Volume Air

Itulah penjelasan mengenai apa itu pelangi dan ragam jenis pelangi. (Tribunlampung.co.id / Virginia Swastika )

Baca apa itu lainnya

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved