Berita Terkini Nasional

Viral Pemuda Nikahi 2 Gadis di Sumsel: Namanya Cinta dan Senang Pak

Viral pernikahan seorang pemuda 24 tahun dengan dua gadis atau poligami di Musi Rawas Utara (Muratara) Sumatera Selatan.

(TRIBUN SUMSEL/SAHRI ROMADHON)
Viral pernikahan seorang pemuda 24 tahun dengan dua gadis atau poligami di Musi Rawas Utara (Muratara) Sumatera Selatan. Jek warga Kecamatan Saling, Kabupaten Empat Lawang viral lantaran memperistri Linda dan Vivin sekaligus ketika ditemui di kediamannya, Kamis (9/9/2021). 

Pernikahan pemuda bernama Jekklip, warga Kecamatan Saling, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan (Sumsel) mendadak jadi perbincangan publik. 

Sebab pria 24 tahun itu dalam waktu seminggu menikahi dua wanita yakni Linda Herlina (20 tahun) dan Vivin (19 tahun).

Kabar pernikahan tersebut beredar luas di sosial media dan menjadi perbincangan hangat netizen. 

Banyak yang justru mempertanyakan alasan sang mempelai perempuan bersedia saling berbagi suami dikarenakan keputusan itu dianggap tabu dimasa sekarang ini. 

Terkait hal tersebut, pengamat sosial dari Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah (RF) Palembang, Prof Dr Abdullah Idi M.Ed memberikan tanggapannya. 

Guru Besar sekaligus Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN RF ini mengungkapkan, pada dasarnya perempuan lebih cenderung mengedepankan perasaan atau emosional dalam berpikir atau memutuskan sesuatu. 

Sedangkan laki-laki lebih mengedepankan rasionalitas atau logika. 

"Jadi bisa saja keputusan berbagi pasangan ini diambil karena pihak perempuannya lemah secara emosional," ujarnya, Kamis (9/9/2021). 

Lanjut dikatakan, masih ada berbagi faktor lain yang bisa saja menjadikan perempuan rela untuk berbagi pasangannya. 

Mulai dari ekonomi hingga tekanan sosial dapat memicu terjadinya hal tersebut. 

"Ya, ketakutan akan adanya tekanan sosial dari masyarakat terkait sesuatu hal juga bisa mempengaruhi psikologi dan emosional seseorang khususnya perempuan," ungkap dia. 

Terlepas dari kondisi yang terjadi, Abdullah menilai pentingnya kesadaran perempuan untuk selektif dalam memilih pasangan. 

Selain itu, menurutnya dimasa sekarang ini perempuan juga semestinya bisa berpikir dan bertindak mandiri baik secara ekonomi, pendidikan maupun dalam pilihan-pilihan lain. 

"Dan menurut saya juga tidak ada salahnya kalau perempuan selektif dalam memilih pasangan hidupnya," kata dia. 

Lanjut dikatakan, peran orang tua termasuk lingkungan sekitar dalam tumbuh kembang seseorang juga sangat diperlukan. 

"Khususnya bagi anak gadis. Perlu sekali adanya keterbukaan komunikasi antara orang tua dan anak. Misalnya dengan siapa anaknya bergaul, orang tua harus tahu dan mengarahkan dengan baik," ucapnya. 

Artikel ini telah tayang di sumsel.tribunnews.com
Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved