Breaking News:

Lampung Barat

Mahasiswa Unila Teliti Tradisi Adat Ngebabali di Lampung Barat

Tim PKM Kehutanan Universitas Lampung beranggotakan 3 orang yakni A Nizam Syahiib, Dewi Rafika Sari, dan Selvira meneliti tradisi adat Ngebabali.

Penulis: sulis setia markhamah | Editor: Daniel Tri Hardanto
Istimewa
Kegiatan tradisi Ngebabali di Lampung Barat. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Budaya merupakan suatu warisan penting dari nenek moyang bangsa yang harus dijaga keberadaannya.

Esensi budaya salah satunya sebagai perwujudan rasa syukur kepada Tuhan atas hasil panen dan kemudahan rezeki.

Tim PKM Kehutanan Universitas Lampung beranggotakan 3 orang yakni A Nizam Syahiib, Dewi Rafika Sari, dan Selvira melakukan penelitian terkait tradisi adat Ngebabali dengan didampingi dosen pembimbing Novriyanti.

"Lokasi penelitian di Pekon Kota Besi, Kecamatan Batu Brak, Lampung Barat, yang teridentifikasi masih melaksanakan adat Ngebabali," jelas Novriyanti kepada Tribunlampung.co.id, Minggu (12/9/2021).

Baca juga: Wali Kota Bandar Lampung Cari Pembuat Pakaian Adat Lampung yang Dikenakan Presiden Jokowi

Tradisi adat Ngebabali sendiri dilaksanakan saat membuka lahan untuk dijadikan tempat bercocok tanam atau sebagai tempat mendirikan rumah atau kediaman yang baru.

"Upacara adat ini dapat dikatakan sebagai salah satu tradisi adat Lampung yang hampir punah karena hanya sebagian kecil masyarakat Lampung yang mengetahui dan masih melaksanakan adat tersebut," paparnya.

Penelitian yang berjudul berjudul Konservasi Biodiversitas dan Lingkungan Khas Lampung melalui Tradisi Ngebabali diakuinya secara umum bermanfaat dalam mendukung peningkatan kegiatan konservasi lingkungan.

Di luar untuk pencegahan biodiversity loss melalui kegiatan budaya dan tradisi adat istiadat wilayah setempat, juga meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya pelestarian budaya dan lingkungan.

"Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan minat peneliti lain untuk mengangkat atau mengembangkan tema serupa berkaitan konservasi lingkungan dan pencegahan biodiversity loss melalui kegiatan budaya dan tradisi adat," tandasnya.

( Tribunlampung.co.id / Sulis Setia Markhamah )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved