Advertorial
SMAN 15 Bandar Lampung Siap Gelar PTM Terbatas
SMA Negeri 15 yang berada di Jalan Turi Raya, Labuhan Dalam, Tanjung Senang, Bandar Lampung siap menggelar pembelajaran tatap muka secara terbatas.
Penulis: joeviter muhammad | Editor: Reny Fitriani
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - SMA Negeri 15 yang berada di Jalan Turi Raya, Labuhan Dalam, Tanjung Senang, Bandar Lampung siap menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas.
Kesiapan ini diawali dengan melakukan PTM khusus bagi siswa kelas XII sejak Senin (13/9/2021).
Kepala SMA Negeri 15 Maria Habiba S.Pd M.Pd mengatakan PTM yang dilakukan pada hari pertama ini berjalan dengan lancar tanpa ada kendala berarti.
Untuk itu, Maria meyakini PTM bisa digelar dengan mengikutsertakan siswa kelas X dan XI.
"Insyallah besok (Selasa), pembelajaran tatap muka bisa diikuti oleh siswa dari setiap tingkatan," kata Maria.
Maria menjelaskan, PTM yang diterapkan di SMA Negeri 15 mengusung sistem blended learning.
Artinya, sebagian siswa mengikuti pembelajaran dari sekolah.
Sedangkan sebagian lagi siswa mengikuti pelajaran secara daring dari rumah.
"Berdasarkan nomor absen siswa ganjil dan genap. Jadi setiap hari mereka bergantian mengikuti pelajaran di sekolah," kata Maria.
Maria menyatakan, pada pelaksanaannya PTM di SMA Negeri 15 tetap mengacu pada izin orang tua siswa.
Ketika orang tua siswa tidak menginginkan anaknya untuk mengikuti PTM, maka pihak sekolah tetap memfasilitasi siswa belajar dari rumah.
"Karena PTM ini demi keselamatan siswa, itulah yang kami utamakan," kata Maria.
Sekolah pun selalu mengingatkan siswa dan orang tua melalui surat edaran tentang kesiapan siswa sebelum sekolah, saat proses pembelajaran, dan siswa pulang sekolah.
Pertama, lanjut Maria siswa dianjurkan membawa bekal makanan, hand sanitizer, masker cadangan dan siswa bersangkutan datang ke sekolah diantar orang tua.
Kedua, siswa ketika mengikuti pelajaran tatap muka wajib mentaati protokol kesehatan.
"Siswa harus duduk di kursi sesuai dengan nama dan nomor absen. Tidak boleh berpindah tempat, karena besok akan digunakan oleh siswa lainnya," kata Maria.
Selanjutnya, siswa yang kurang sehat dianjurkan untuk tidak mengikuti pelajaran tatap muka.
Begitu juga saat jam pulang sekolah, Maria berharap setiap murid dijemput guna memastikan siswa tidak kemana mana setelah usai belajar di sekolah.
"Sebagai bukti, siswa kami minta foto bersama orang tua setelah sampai di rumah," kata Maria.
Maria menambahkan, kesiapan SMA Negeri 15 menggelar PTM didukung dengan 100 persen guru dan staf sekolah yang sudah di vaksin.
"Sebagian siswa kami juga sudah divaksin, kami juga mengusahakan untuk siswa yang belum agar bisa divaksin juga," kata Maria.
Sementara itu, Waka Kesiswaan SMA Negeri 15, Tarono S.Pd menjelaskan dalam satu hari siswa belajar di sekolah selama 3,5 jam.
Dimana untuk setiap satu mata pelajaran dibatasi menjadi 20 menit.
"Untuk jadwal hari ini (Senin) jam belajar mulai pukul 7.30 WIB - 11.15 WIB," kata Tarono.
Menurut Tarono, antusias siswa di hari pertama pelaksanaan PTM ini disambut dengan gembira.
Pasalnya, kebanyakan siswa sudah jenuh dengan pembelajaran daring yang mereka ikuti selama hampir satu setengah tahun terakhir ini.
"Kendala daring siswa sulit mendapatkan penjelasan yang optimal, dengan adanya tatap muka mereka bisa bertanya langsung ke pengampu mata pelajaran," kata Tarono.
( Tribunlampung.co.id / Muhammad Joviter )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/sman-15-bandar-lampung-siap-gelar-ptm-terbatas.jpg)