Breaking News:

Bandar Lampung

Bandar Lampung Pakai Simfoni PPA untuk Rujukan Data Tunggal Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Melalui SIMFONI PPA, data kekerasan terhadap anak dan perempuan di Bandar Lampung menjadi terintegrasi.

Penulis: Vincensius Soma Ferrer | Editor: Reny Fitriani
Grafis Tribunlampung.co.id/Dodi
Ilustrasi - Bandar Lampung Pakai Simfoni PPA untuk Rujukan Data Tunggal Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Bandar Lampung mulai menerapkan sistem data tunggal terhadap kekerasan anak dan perempuan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bandar Lampung Sri Asiyah mengatakan hal itu merupakan tindak lanjut dari beragamnya layanan penanganan kekerasan dengan berbagai nama.

"Pelaporan kekerasan selama ini tidak terfokus ke DPPPA saja, karena sudah banyak lembaga pemerhati perempuan dan anak secara tersendiri menerima pengaduan kekerasan," kata Sri, Rabu (15/9/2021).

Ia mengatakan, setiap pemerhati perempuan dan anak di Bandar Lampung dilibatkan dalam sistem data tunggal itu.

Adapun sistem tersebut menggunakan sistem aplikasi pencatatan dan pelaporan kekerasan perempuan dan anak milik Kementerian PPPA RI, yakni SIMFONI PPA (Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak).

Melalui SIMFONI PPA, data kekerasan terhadap anak dan perempuan di Bandar Lampung menjadi terintegrasi.

Untuk diketahui, sistem ini dibangun sebagai media pendataan, monitoring dan evaluasi kasus kekerasan perempuan dan anak di Indonesia.

Adapun dasarnya ialah berangkat dari Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

"Karena banyak korban kekersan yang lapor di lembaga lain, seperti polisi, NGO, dan sebagainya. Sehingga diharap melalui ini, datanya jadi satu satu dan tidak ada data lainnya," kata dia.

Kata Sri, Bandar Lampung sedang mempersiapkan operator guna menjalankan sistem tersebut.

"Kita libatkan seperti penggiat sosial dan kesehatan, juga rumah sakit, kepolisian dan NGO," rincinya.

Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana, menyikapi pendataan tunggal itu, mengatakan harapan agar masyarakat agar bersikap responsif bila mengalami ataupun melihat adanya tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak.

"Semoga masyarakat tidak malu dan tertutup untuk melapor, karena ini juga untuk kebaikan bersama," kata dia.

( Tribunlampung.co.id / V Soma Ferrer )
 

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved