Apa Itu
Apa Itu Supermoon
Berikut penjelasan apa itu supermoon. Supermoon disebut memiliki ukuran yang lebih besar dan cahaya yang lebih terang daripada bulan biasanya.
Penulis: Virginia Swastika | Editor: Hanif Mustafa
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Bagi sebagian orang, istilah supermoon masih terdengar asing. Meski begitu, sebenarnya apa itu supermoon ini tak begitu sulit dimengerti.
Terlebih jika dilihat dari namanya, istilah ini memiliki hubungan dengan Bulan.
Bahkan, fenomena supermoon itu juga sering terjadi di Bumi. Lantas apa itu supermoon?
Dikutip dari Bobo Grid Id, supermoon adalah fenomena yang terjadi saat Bulan berada pada titik terdekatnya dengan Bumi.
Orbit Bulan yang mengelilingi Bumi itu tidak berbentuk lingkaran, tapi berbentuk oval seperti orbit Bumi pada Matahari.
Dalam istilah astronomi, titik terdekat Bulan ke Bumi disebut perigee. Sementara titik terjauh Bulan ke Bumi disebut apogee.
Bulan akan mencapai apogee dan perigee setiap mengorbit selama 27 hari.
Baca juga: Apa Itu Cerita Pendek, Berikut Penjelasan Lengkapnya
Saat bulan purnama terjadi di atau dekat perigee, supermoon akan terlihat.
Bulan pun akan terlihat lebih terang dan lebih besar daripada biasanya.
Itulah sebabnya fenomena ini disebut supermoon.
Meski bernama supermoon, sebenarnya Bulan ini tidak se-super itu.
Jika dibandingkan dengan kenampakan Bulan biasanya, supermoon akan terlihat lebih besar.
Hanya saja tanpa bantuan alat khusus, ukuran Bulan akan sulit untuk dibedakan.
Banyak para ahli yang mengatakan bahwa penyebutan supermoon itu kurang tepat.
Baca juga: Apa Itu Cerita Legenda, Berikut Penjelasannya
Sebab, kata 'super' tersebut dianggap berlebihan.
Hal tersebut karena meski tampaknya bulan lebih besar dan terang dibandingkan bulan rata-rata, NASA menyebutkan bahwa peningkatan sebesar 14% itu tak memiliki pengaruh yang signifikan.
Beberapa waktu yang lalu, fenomena supermoon ini pun muncul beberapa kali di tahun 2021, yaitu pada April dan Mei lalu.
Dikutip dari Kompas.com, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menjelaskan pada Selasa (27/4/2021), bulan akan berada di fase puncak bulan purnama dengan jarak geosentris 357.616 km.
Saat bulan purnama supermoon terjadi, bulan akan tampak dari Bumi dengan diameter 33,41 menit busur dan terletak di konstelasi Libra.
Namun, di saat bersamaan bulan juga sedang mengalami Perigee atau jarak terdekat bulan dengan Bumi.
Perigee bulan akan terjadi pada pukul 22.29 WIB dengan jarak geosentrik 357.378 kilometer, berdiameter 33,43 menit busur dan terletak di konstelasi Libra.
"Sehingga, purnama ini dinamakan juga Bulan Super atau Supermoon, karena jaraknya cukup berdekatan dengan titik Perigee," jelas Andi Pangerang Hasanuddin selaku peneliti di Pusat Penelitian Sains Antariksa LAPAN.
Diketahui, bulan purnama perige kali ini merupakan seri pertama dari dua seri yang akan terjadi di tahun 2021.
Fenomena langit ini juga sempat kembali hadir pada tanggal 26 Mei 2021.
Akan tetapi, rupanya bulan purnama Perigee atau bulan purnama supermoon ini selalu terjadi setiap tahunnya.
Itulah penjelasan apa itu supermoon. ( Tribunlampung.co.id / Virginia Swastika )
