Berita Terkini Nasional
Akhirnya Keluarga Korban Pembunuhan di Subang Kini Merasa Lega
Akhirnya keluarga korban pembunuhan di Subang yang menewaskan Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu merasa lega.
"Itu sekitar jam 11.00 WIB lebih," terang Danu dikutip dari channel youtube Heri Susanto.
Setelah mendapat double tip, Danu lalu ke rumah Yoris. Danu cukup lama berada di rumah Yoris sebelum akhirnya Amel datang sekitar pukul 13.00 WIB.
"Setelah itu tidak ada bincang-bincang. Jam 14.00, Yoris meminta ngeliwet, makan-makan," terang Danu.
Setelah makan-makan itu, Amel sempat bertanya ke Yoris mengenai miniatur mobil. Lalu, sekitar pukul 16.00 dia pamit untuk pulang.
Sore sekitar pukul 17.30, dia pergi ke warnet lalu malam sudah pulang ke rumah.
"Malamnya gak kemana-mana. Tidur, main game, tik tokan, lihat grup SMA Setengah tiga (02.30 WIB) tidur," kata Danu yang mengaku baru bangun setelah mendengar teriakan Yosep di depan rumahnya.
Kejanggalan Jaket Yosep
Setelah merasa plong, Danu akhirnya mengungkap kejanggalan sikap Yosef setelah kejadian pembunuhan ibu dan anak di Subang.
Yosep yang merupakan suami korban Tuti Suhartini dan ayah Amalia Mustika Ratu itu tampak berperilaku yang dianggap aneh oleh saksi Danu.
Disebutkan Danu, di pagi hari setelah pembunuhan itu terjadi Yosep mendatangi rumahnya menggunakan motor sambil berteriak-teriak.
"Tanggal 18 (Agustus 2021), ada yang teriak-teriak pakai motor. Kayak Pak Yosep," ungkap Danu dikutip dari channel Youtube Heri Susanto, Senin (20/9/2021).
Tak lama setelah itu, ibu Danu membangunkan dia mengabarkan kalau Amel diculik dan rumahnya acak-acakan.
Mendengar hal itu, Danu langsung bawa motor ke rumah Amel tanpa sempat cuci muka lebih dahulu.
Saat itu dia tidak sempat berbincang dengan Yosep karena keburu Yosep sudah kabur dari depan rumahnya.
Meski begitu, dia sempat melihat saat itu Yosep masih menggunakan jaket. Danu akhirnya tiba di rumah korban yang saat itu sudah ada beberapa warga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/foto-kolase-amala-mustika-ratu-dan-tkp-pembunuhan-di-subang.jpg)