Berita Terkini Nasional
Pensiunan Polisi Jadi Manusia Silver di Semarang, Malu Minta Bantuan Kerabat
Pensiunan polisi jadi manusia silver dan mengemis di jalan di Kota Semarang, Jawa Tengah. Sosok pensiunan polisi tersebut bernama Agus Dartono (61).
Penulis: rio angga | Editor: Ridwan Hardiansyah
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Seorang pensiunan polisi jadi manusia silver dan mengemis di jalan. Keberadaannya terungkap setelah terjaring razia Satpol PP.
Peristiwa tersebut terjadi di Kota Semarang, Jawa Tengah.
Sosok pensiunan polisi tersebut bernama Agus Dartono (61).
Ia mengaku menjadi manusia silver karena impitan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.
Agus adalah warga Sendang Mulyo, Tembalang.
Ia merupakan pensiunan polisi dengan pangkat terakhir Aipda.
19 tahun jadi polisi
Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol M Iqbal Alqudusy membenarkan bahwa Agus adalah seorang pensiunan polisi.
Agus rupanya telah 19 tahun bergabung dengan kepolisian sebelum akhirnya pensiun.
Dia bertugas menjadi polisi sejak 1997 hingga 2016.
Agus terakhir berdinas di Polantas Tembalang dengan pangkat Aipda.
Iqbal menjelaskan, usai pensiun, Agus tinggal bersama istri di kawasan Candisari, Kota Semarang.
"Alasan Agus mengamen menjadi manusia silver dikarenakan faktor ekonomi."
"Karena malu meminta bantuan kerabat atau rekan, akhirnya dia nekat menjadi manusia silver," ucapnya.
Dirazia Satpol PP
Iqbal juga membenarkan bahwa Agus sempat terjaring razia Satpol PP ketika sedang mengemis di Jalan Arteri Yos Sudarso, Semarang Barat.
"Agus Dartono adalah pensiunan Polri yang di-sweeping oleh Satpol PP di daerah Marina, hari Jumat kemarin karena mengemis menjadi manusia silver," kata Iqbal saat dikonfirmasi, Minggu (26/9/2021).
Selepas ditangkap, Agus digelandang ke kantor Satpol PP untuk diberikan pembinaan.
"Setelah diberi pembinaan kemudian dilepas oleh Satpol PP," ujar Iqbal.
Diberi bantuan hingga dijanjikan pekerjaan
Kabar penangkapan Agus mendapat perhatian dari Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi.
Kapolda memberikan bantuan sembako dan uang tunai.
"Melalui salah seorang staf Polda, AKBP Purbaya, beliau langsung menyerahkan bantuan uang yang langsung diterima di rumah Pak Agus, kemarin," ungkap Iqbal.
Tak hanya itu, Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar juga memberikan bantuan dan menjanjikan pekerjaan.
"Kemarin Pak Agus juga sudah menghadap Wakapolrestabes dan langsung menerima bantuan dari Kapolrestabes serta juga bantuan hasil iuran rekan-rekan anggota," pungkasnya.
Rencananya, Senin besok Agus akan menghadap Kapolrestabes.
Video viral
Video Agus yang menjadi manusia silver dan dirazia, viral di media sosial.
Dalam video yang beredar tampak Agus yang berpakaian lusuh berusaha kabur dari kejaran petugas.
Dengan cat silver yang melekat di kulitnya, sembari membawa kotak, Agus digelandang petugas ke mobil patroli Satpol PP Kota Semarang.
Video itu mendapatkan beragam komentar dari warganet.
Bayi dicat silver
Sebelumnya, beredar foto yang menampilkan sosok bayi dicat silver atau manusia silver di kawasan SPBU Parakan, Pamulang, Tangerang Selatan viral di media sosial.
Seluruh tubuh hingga baju bayi berusia 10 bulan itu tak ada yang luput dari pewarna kimia.
Menanggapi hal ini, Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Kota Tangsel Muksin Al Fachry mengaku belum mengetahuinya.
"Untuk wilayah Pamulang tidak pernah lihat keberadaan manusia silver, kemudian tidak pernah ada yang bawa bayi," kata Muksin saat dikonfirmasi Wartakotalive.com, Sabtu (25/9/2021).
Muksin mengaku, pihaknya saat ini tengah menerjunkan petugas Satpol PP Kota Tangsel guna mencari keberadaan manusia silver pembawa bayi tersebut.
Ia juga mengatakan akan mengadakan razia bagi para manusia silver yang kerap mangkal di kawasan sekitar.
"Kita bakal razia. Saya akan kirim anggota sekarang," ucapnya.
Respons Warganet
Terkait foto bayi dicat silver tersebut diduga demi meraih simpati dari para pengguna jalan agar dapat menyisihkan rezekinya.
Dalam foto yang diunggah akun Instagram @Tangsel_Update itu, sang perempuan manusia silver menggendong seorang bayi yang turut dicat silver di wajah, lengan, hingga kaki.
"Manusia silver di Tangerang Selatan membawa anak balitanya untuk meminta belas kasihan para pengguna jalan di sekitar SPBU Parakan Pamulang, Jumat (24/09) sekitar pukul 20:50 WIB," tulis akun @Tangsel_Update.
"Perlu perhatian serius dari berbagai pihak agar tidak ada lagi balita atau anak yang menjadi korban ekploitasi oleh orang tua maupun orang terdekat. Karena semakin hari semakin memprihatinkan, dengan alasan ekonomi namun abai terhadap hak anak," tambah akun tersebut.
Di kolom komentar sejumlah netizen langsung mengecam tindakan perempuan yang mengecat silver bayinya. Mereka menyayangkan si bayi dicat silver karena dapat merusak kulit dan kesehatannya.
"Kalo kayak gini bukannya kasian. Malah kesel w ngeliatnya, anak masih bayi jadi korban," kata akun @aryaaraiii91.
"Duuh ya Allah, jangan disilverin juga lahh, kasian kulit bayi kan sensitif, haduh ga tega," kata @bags_laks.
"Please jangan dicat juga dong anaknya....sedihhh banget gw liatnya," tambah @amanda_bhatari.
"Coba aparat tolong ditindak," kata @herimancity.
Atas sejumlah pertimbangan khusus, redaksi tidak menampilkan foto balita yang dicat silver tersebut, demi perkembangan psikologis si bayi ke depannya.
Simak berita terkini Tribun Lampung lainnya di Google News
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul 19 Tahun Jadi Polisi dan Pensiun, Agus Kini Mengemis Menjadi Manusia Silver karena Impitan Ekonomi
( Videografer Tribunlampung.co.id / Rio Angga Saputra )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/agus-dartono-61-pensiunan-polisi-yang-mengemis-jadi-manusia-silver.jpg)