Apa Itu

Apa Itu Musim Pancaroba, Berikut Ini Penjelasannya Lengkapnya

Simak berikut ini penjelasan apa itu musim pancaroba yang kerap dikaitkan dengan kondisi cuaca.

Editor: Dedi Sutomo
oceanicpropertiesllc.com via kompas.com
Ilustrasi - Ilustrasi. Simak penjelasan apa itu musim pancaroba yang kerap dikaitkan dengan kondisi cuaca. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Musim pancaroba, menjadi istilah yang tentunya tak asing bagi banyak orang.

Istrilah ini dikaitkan dengan peralihan musim atau kondisi cuaca tertentu. Dari musim kemarau, ke musim penghujan.

Dimana kondisi cuaca, seringklai tak menentu. Biasanya kerap memunculkan satu kejadian tertentu, seperti banjir, tanah longsor dan lainnya.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), musim pancaroba adalah peralihan antara musim kemarau dan musim hujan.

Biasanya musim ini ditandai dengan keadaan udara yang tidak menentu serta banyaknya angin besar.

Secara umum, musim pancaroba terjadi sekitar Maret-April serta September-Oktober.

Baca juga: Apa Itu Negasi dalam Matematika, Berikut Penjelasannya

Musim pancaroba juga dikenal dengan istilah musim peralihan.

Seperti namanya, istilah tersebut berfungsi untuk menyebut keadaan saat terjadinya peralihan antara musim hujan ke musim kemarau maupun sebaliknya.

Penyebutan itu digunakan untuk memudahkan masyarakat untuk memahami keadaan yang terjadi di sekitarnya.

Musim ini juga erat kaitannya dengan angin kencang.

Dikutip dari Stasiun Klimatologi Banjarbaru, kecepatan angin yang terjadi pada musim ini bisa mencapai 40 hingga 60 km per jam.

Kondisi ini jauh dari keadaan normal kecepatan angin rata-rata yang hanya 10 km per jam.

Kekuatan angin kencang yang terjadi itu tidak hanya menghancurkan pohon ataupun rumah saja tetapi juga tiang listrik yang terbuat dari beton.

Baca juga: Apa Itu Ide Pokok, Unsur Penting dalam Paragraf

Saat musim pancaroba terjadi, biasanya akan muncul beragam jenis penyakit.

Hal tersebut dapat terjadi karena adanya perubahan iklim yang kemudian menyebabkan perubahan suhu dan kelembaban udara.

Terlebih, ternyata lingkungan lembab mendorong perkembangbiakan virus dan bakteri menjadi lebih lama.

Baca juga: Apa Itu Bilangan Romawi atau Angka Romawi

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved