Kesehatan
Halo Dokter, Apa Itu Influenza
Meski merupakan penyakit umum, rupanya influenza termasuk penyakit mematikan pada tahun 2017-2018. Lalu apa itu influenza?
Penulis: Virginia Swastika | Editor: Dedi Sutomo
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Saat pergantian musim, penyakit flu atau influenza seringkali menyerang tubuh. Lalu apa itu influenza?
Dilansir dari Healthline, influenza adalah infeksi yang menyerang hidung, tenggorokan, dan paru-paru.
Umumnya penyakit ini disebabkan karena serangan virus influenza dan mudah ditularkan.
Kondisi ini pun bisa datang secara mendadak bahkan bisa berlangsung dalam waktu cukup lama, seperti sekitar 7-10 hari.
Di negara yang memiliki iklim sedang, influenza terjadi musiman, khususnya pada musim penghujan atau dingin.
Sedangkan untuk negera dengan iklim tropis, penyakit yang menyerang saluran pernapasan ini dapat terjadi sepanjang tahun/
Baca juga: Halo Dokter, Apa Itu Sinusitis dan Siapa yang Rentan Terserang?
Sebagai suatu penyakit umum, influenza ini tak pandang bulu.
Artinya, masalah kesehatan ini bisa menyerang siapa saja.
Tak peduli orangtua, remaja, atau bahkan balita pun bisa terserang.
Bahkan faktanya, influenza termasuk sebagai penyakit mematikan pada tahun 2017-2018.
Flu menyebar dengan mudah. Dalam beberapa kondisi, flu dapat menginfeksi sekelompok besar orang dalam waktu yang sangat singkat.
Umumnya, flu atau influenza menyerang melalui tetesan udara kecil dari batuk atau bersin.
Gejala influenza
Ciri-ciri atau gejala dari influenza atau flu biasanya datang dan pergi.
Medline Plus dalam Kompas.com menyebutkan gejala influenza bisa dikenal pertama kali dengan merasakan demam setinggi 39-41 derajat Celcius.
Baca juga: Halo Dokter, Apa Itu Komedo dan Bagaimana Proses Munculnya
Demam ini akan lebih rentan dialami oleh orang dewasa dibandingkan dengan anak-anak.
Akan tetapi, gejala influenza tak hanya itu saja. Adapula gejala lainnya, seperti pegal, panas dingin, pusing, wajah memerah, sakit kepala, kekurangan energi, mual dan muntah.
Namun dalam beberapa kasus, gejala demam dan nyeri perlahan hilang di hari kedua hingga keempat dan digantikan dengan gejala lain.
Di antaranya, batuk kering, peningkatan gejala yang memengaruhi pernapasan, hidung berair (jernih dan berair), bersin, serta sakit tenggorokan.
Secara umum, orang-orang yang rentan terserang penyakit ini adalah ibu hamil, bayi di bawah usia 59 bulan, lansia, serta orang yang memiliki kondisi kesehatan kronis (asma, diabeters, jantung).
Jenis influenza
World Health Organization (WHO) menuliskan di laman resminya bahwa infuenza memiliki beberapa tipe, yaitu influenza A, B, C, dan D.
1. Influenza A.
Tipe ini merupakan jenis influenza yang paling banyak ditemukan di dunia.
Bahkan sekitara 75% kasus influenza umumnya adalah tipe A.
Penyakit tipe ini juga termasuk pada flu yang paling mudah menular dan bisa berpotensi menjadi wabah penyakit.
Contoh dari influenza A adalah flu babi (H1N1) dan flu Hong Kong (H3N2).
2. Influenza B
Jenis influenza ini diketahui hanya dapat menyerang manusia dan akan berakibat fatal jika tidak segera ditangani.
Gejalanya biasanya akan mirip dengan gejala flu lainnya, yaitu batuk, bersin, hidung berair, nyeri, demam, hingga sakit tenggorokan.
Namun flu ini bisa berkembang menjadi penyakit lain seperti pneumonia, bronkitis, asma, masalah jantung, serta sepsis.
3. Influenza C
Dibandingkan lainnya, influenza tipe C ini memiliki tingkat infeksi paling rendah.
Namun hal tersebut bukan berarti bisa diabaikan begitu saja.
Penyakit ini pun tetap harus ditangani dengan baik agar tak memburuk dan berubah menjadi pneumonia dan bronkitis.
4. Influenza D
Virus ini diperkirakan hanya memengaruhi hewan ternak dan tidak menyerang manusia.
Komplikasi flu berbahaya
Apabila influenza atau flu tidak ditangani sesegera mungkin atau dengan baik, maka tubuh bisa terserang komplikasi flu, seperti berikut ini:
1. Pneumonia
Penyakit pneumonia adalah peradangan para paru-paru.
Gejala yang timbul umumnya adalah batuk, demam, gemetar, kedinginan.
Akan tetapi juga bisa muncul gejala lain seperti, batuk parah disertai lendir, kesulitan bernapas, sesak napas, berkeringat parah, demam tinggi, hingga nyeri.
2. Bronkitis
Bronkitis ini merupakan penyakit yang disebabkan akibat iritasi selaput lendir bronkus di paru-paru.
Biasanya, gejala yang akan muncul berupa batuk disertai lendir, sesak dada, kelelahan, demam rinagn/
Kondisi ini pun harus segera ditangani. Jika tidak kondisi tersebut bisa berubah menjadi lebih buruk seperti pneumonia, gagal jantung, emfisema, sera hipertensi pulmonal.
3. Sinusitis
Sinusitis merupakan pembekakan pada area sinus.
Gejalanya meliputi hidung tersumbat, sakit tenggorokan, nyeri pada sinus, rahang atas, dan gigi, berkurangnya fungsi penciuman dan perasa, juga batuk.
4. Ensefalitis
Ensefalitis merupakan kondisi langka yang terjadi ketika virus influenza memasuki jaringan otak lalu menyebabkan peradangan otak.
Kondisi ini bisa menyebabkan hancurnya sel-sel saraf, pendarahan serta kerusakan pada otak.
Gejala ensefalitis, di antaranya sakit kepala parah, demam tinggi, muntah, sensitivitas cahaya, kantuk yang berlebihan, serta kecanggungan.
Meskipun jarang terjadi, kondisi ini bisa menyebabkan terjadinya tremor dan kesulitan dalam bergerak.
Baca juga: Halo Dokter, Apa Itu Rhinosinusitis
Lalu seperti apa pencegahan influenza?
Dalam mencegah terserangnya influenza, CDC menyarankan untuk melakukan vaksinasi flu tahunan, tepatnya pada bayi berusia 6 bulan.
Vaksin ini dipercaya bisa mengurangi risiko serta tingkat keparahan flu.
Tak hanya itu, vaksin tersebut pun dianggap efektif dalam mencegah komplikasi yang disebabkan karena flu atau influenza. ( Tribunlampung.co.id / Virginia Swastika )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/halo-dokter-apa-itu-influenza.jpg)