Bandar Lampung

Kejati Lampung Didesak Usut Kembali Dugaan Korupsi di PTPN 7

Akademisi dan praktisi hukum, Gindha Ansori Wayka mendesak Kejaksaan Tinggi Lampung kembali membuka perkara dugaan korupsi Rp 40 miliar yang melibatka

Penulis: joeviter muhammad | Editor: soni
ILUSTRASI 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Akademisi dan praktisi hukum, Gindha Ansori Wayka mendesak Kejaksaan Tinggi Lampung kembali membuka perkara dugaan korupsi Rp 40 miliar yang melibatkan eks Dirut PTPN 7 Kusumandaru NS.

Kusumandaru sendiri pada November 2016 lalu pernah dipanggil Kejati Lampung untuk dimintai keterangan. Namun sampai saat ini kasus tersebut mandek.

Gindha menyatakan, desakan tersebut sejalan dengan semangat 'bersih-bersih' BUMN  yang didengungkan Meneg BUMN, Erick Thohir

"Semangat untuk mengikis korupsi terselubung yang mengakibatkan PTPN Group terjerat utang Rp 43 triliun," kata Gindha, Minggu (3/10/2021).

Menurutnya diperlukan kembali upaya proaktif dari aparat penegak hukum, terutama Kejati Lampung untuk mengungkap kasus yang mandek sejak 2016 lalu. 

Selain itu, lanjut Gindha sinergitas dari Kejati Lampung untuk penuntasan kasus dugaan korupsi tersebut mutlak dibutuhkan demi mendukung langkah 'bersih-bersih' Meneg BUMN Erick Thohir.

"Karena ini menyangkut uang rakyat yang sangat besar. Jangan sampai anggaran dan keuntungan BUMN jadi bancakan berjamaah oknum-oknum internal yang justru merugikan pemerintah," kata Gindha. 

Dugaan korupsi itu menyangkut pengaturan pemenang tender pengadaan instalasi unit gantry crane kapasitas siklus 84 T/J dan unit side carrier sebagai alat transportasi penghubung cane feeding table existing pada areal cane yard 30 x 70 meter sampai dengan kommisioning untuk dioperasikan di Pabrik Gula Bungamayang. 

Baca juga: PTPN VII Punya Utang Segunung Rp 12 Triliun, Termasuk untuk Bayar Gaji Karyawan 

Menanggapi persoalan ini Kasi Penkum Kejati Lampung I Made Agus Putra Adnyana berjanji akan memberi informasi perkembangan kasus tersebut. 

"Nanti saya konfirmasi dulu ke bagian intel dan penyidik," kata Made.

Sementara, saat dikonfirmasi via WhatsApp soal kasus dugaan korupsi ini,  SEVP Business Support PTPN 7 Okta Kurniawan tidak merespons.( Tribunlampung.co.id / Muhammad Joviter )

Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved