Kesehatan

Halo Dokter, Apa Itu DBD dan Pencegahannya

Ketua IDI Cabang Bandar Lampung dr Aditya M Biomed mengatakan, orang yang sakit DBD akan mengalami demam tinggi, mual, dan muntah.

Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Dini
Ketua IDI Cabang Bandar Lampung dr Aditya M Biomed. Halo Dokter, Apa Itu DBD dan Pencegahannya 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Virus dengue adalah virus yang dibawa oleh nyamuk aedes aegypti.

Jika nyamuk ini mengigit manusia, maka manusia bisa sakit demam berdarah dengue (DBD).

Ketua IDI Cabang Bandar Lampung dr Aditya M Biomed mengatakan, orang yang sakit DBD akan mengalami demam tinggi, mual, dan muntah.

Setelah itu virus dengue akan membuat banyak lubang di pembuluh darah.

Lalu tubuh akan mengerahkan banyak trombosit untuk menutupi lubang-lubang di pembuluh darah itu.\

Baca juga: Halo Dokter, Apa Itu Malaria

Itu sebabnya orang yang mengalami DBD, ketika diperiksa, trombositnya turun.

Selain itu lubang di pembuluh darah juga bisa menyebabkan cairan pembuluh darah keluar, lalu pembuluh darah menciut dan bisa membuat orang yang mengalami DBD shock serta berisiko meninggal dunia.

Lubang - lubang di pembuluh darah ini juga bisa menyebabkan sel darah merah keluar.

Kalau keluarnya sampai ke kulit akan membuat munculnya bintik merah di kulit.

Untuk membedakan bintik merah karena sel darah merah atau karena gigitan nyamuk, cobalah pencet bintik merah itu.

Kalau setelah dipencet menghilang berarti itu adalah sel darah merah.

Dikarenakan adanya sel darah merah dan cairan yang keluar akibat lubang pembuluh darah, dokter akan memberikan banyak cairan untuk pasien, yakni berupa infus dan air putih 

Selain pemberian cairan, dokter juga akan memberikan obat penurun panas, obat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, dan vitamin.

Dokter pun akan meminta untuk melakukan pencegahan DBD.

Pencegahan itu dengan 3M plus yakni menguras atau membersihkan tempat penampungan air, menutup tempat pembuangan air, dan mengubur barang-barang yang berpotensi dijadikan sarang nyamuk. Lalu plusnya adalah pencarian jentik nyamuk.

(Tribunlampung.co.id/Jelita Dini Kinanti)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved